Katalog ini akan terus dikembangkan sehingga seluruh Jakpreneur akan berkesempatan untuk dipromosikan produknya melalui Katalog Whatsapp Bisnis Jakpreneur, sekaligus mengakselerasi digitalisasi UMKM.
“Kami ingin agar kami dibantu untuk meningkatkan UMKM di Jakarta dengan berkolaborasi, tujuannya agar para pelaku UMKM memiliki business plan yang harus jalan dan ini harus dijangkau lebih banyak lagi, melalui kerjasama dengan Meta, bantu identifikasi mereka yang perlu support dan dapatkan feedback, apalagi 95 persen lebih pelaku ekonomi di Jakarta adalah mikro dan kecil,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas PPKUKM DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan kurasi terhadap 478 usulan produk yang disampaikan oleh seluruh OPD Pengampu Jakpreneur untuk memilih 77 peserta dari komoditi kuliner, fesyen, kerajinan serta produk kesehatan dan kecantikan.
Jumlah 77 peserta ini dipilih bersesuaian dengan momentum peringatan HUT RI ke-77.
“Ini merupakan salah satu terobosan yang membuka jalan bagi pelaku UMKM untuk mengakses pasar yang lebih luas. Terlebih apa yang ditampilkan di katalog merupakan produk-produk yang telah dikurasi, sehingga dipastikan berkualitas,” ucap Ratu.
Sebagai informasi, selain peluncuran Katalog Whatsapp Bisnis Jakpreneur, dalam kesempatan itu juga diluncurkan QRIS Jakpreneur.
QRIS Jakpreneur merupakan inovasi pembayaran digital bagi pemasaran peserta Jakpreneur yang dapat memudahkan para Pembina Jakpreneur untuk memonitor transaksi pemasaran secara real time melalui dashboard yang dibangun oleh Kolaborator PT Netzme Kreasi Indonesia.
(Natalia Bulan)