“Apalagi saat ada bencana dunia. Wabah penyakit menular. Lantas diolah untuk membuat gaduh dan kisruh,” bebernya.
Ketika masyarakat panik, para penipu mengambil keuntungan. Mereka adalah pembohong yang memancing di air keruh.
“Oleh karena itu, Prabu Joyoboyo bersabda dengan bijaksana,” ujar Purwadi.
“Sing bener ketenger, sing salah seleh (Siapa berbuat benar dia akan terbukti, siapa berbuat salah dia akan lengser. Becik ketitik, olo ketoro (yang baik terlihat, yang buruk tampak).
“Sopo kang mbibiti olo, wahyune bakal sirno (yang menanam keburukan, kebahagiannya akan sirna).”
“Inilah ajaran Prabu Joyoboyo. Agar kita selalu eling lan waspodo (ingat dan waspada),” pungkasnya.
(Natalia Bulan)