JAKARTA - Setamat kuliah di Technische Hoogeschool Bandung, Soekarno semakin aktif di dunia pergerakan. Sang istri Inggit Garnasih turut berperan mendukung perjuangan suaminya.
Bung Karno sempat dihukum Pemerintah Kolonial Hindia Belanda di Penjara Sukamiskin karena kegiatan politik. Saat itu, Inggit setia menemani dan menunggu hingga masa hukuman itu habis.
Inggit yang waktu itu berjualan rokok buatannya sendiri adalah satu-satunya orang yang diizinkan menjenguk Soekarno. Demikian dilansir dari Buku Soekarno Fatmawati, Sebuah Kisah Cinta Klasik, karya Adhe Riyanto.
Di penjara itulah sebabnya Inggit secara sembunyi-sembunyi menjadi penghubung bagi suaminya dan para aktivis lain. Untuk menulis pesan Soekarno, Inggit menggunakan kertas linting rokok yang diikat benang merah.
Awalnya, kisah cinta Soekarno dan Inggir bersemi di Bandung. Soekarno ternyata dekat dan menyukai istri Haji Sanusi tersebut.
Jalinan hubungan mereka semakin serius sehingga Soekarno dan Inggit akhirnya berterus terang kepada Haji Sanusi dan Tjokroaminoto, bahwa mereka bermaksud untuk menikah.
Menerima pernyataan itu, Haji Sanusi kemudian menceraikan Inggit dan Soekarno menceraikan Utari seizin Tjokroaminoto. Akhirnya, Utari menjadi janda di usia yang sangat muda dalam keadaan masih perawan,
Soekarno kemudian menikahi Inggit pada 1923. Sejak itu pula Inggit menanggung biaya studi Kusno, begitu panggilan Inggit kepada Soekarno. Soekarno dinyatakan lulus ujian insinyur pada 25 Mei 1926.
(Widi Agustian)