Kronologi Penembakan Brigadir J yang Diungkap Anggota DPR, Kapolri Bilang Ada Banyak Hal yang Sesuai

Tim Okezone, Jurnalis
Senin 29 Agustus 2022 15:36 WIB
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat RDP di DPR RI. (Foto: Antara)
Share :

JAKARTA – Publik masih bertanya-tanya tentang motif dan kronologi sebelum, saat dan sesudah pembunuhan terhadap Brigadir J. Terdapat lima orang tersangka dalam kasus ini, salah satunya atasan korban yakni mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo.

Namun, gambaran kasus ini mulai terbuka sedikit demi sedikit. Salah satunya dari penuturan Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PAN Sarifuddin Sudding di hadapan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat rapat dengar pendapat (RDP) beberapa waktu lalu.

Setelah mengutarakan informasi soal kronologi peristiwa yang didapatnya, Sudding lantas langsung mengonfirmasi kepada Kapolri Sigit.

"Pada titik ini saya ingin mengkonfirmasi benar apa tidak tentang kronologi ini?" tanya Sudding kepada Kapolri.

Kapolri lantas menyebut apa yang disampaikan oleh Sudding itu banyak yang sesuai. Namun, mengenai motif pembunuhan, pihaknya masih harus memintai keterangan kepada Putri Candrawathi.

"Dari yang disampaikan beliau ada banyak hal yang memang sesuai, Pak. Namun mohon izin, terkait motif ini, kami sementara sudah mendapatkan keterangan dari Saudara FS, namun kami juga ingin memastikan sekali lagi untuk memeriksa Ibu PC, sehingga nanti yang kami dapat apalagi pada saat posisi beliau sebagai tersangka apakah bisa berubah atau tidak," kata Kapolri.

"Dengan demikian, kami bisa mendapatkan satu kebulatan terkait masalah motif," tambah Kapolri.

Adapun kronologi yang diutarakan Sudding, sebagai berikut:

2 Juli 2022

Sudding memulai, pada tangal 2 Juli 2022, istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, berangkat ke Magelang, Jawa Tengah. Putri dikawal oleh Brigadir J, Bharada Richard Eliezer, Brigadir Kepala Ricky Rizal, serta Kuat Ma'ruf, dan Susi, yang merupakan sopir dan ART keluarga Sambo.

"Kejadian di Magelang, tadi sempat disinggung, tanggal 2 (Juli) mereka berangkat ke Magelang rombongan pertama itu ada Putri, ada Brigadir J, Ricky, Richard, dan Kuat, termasuk asisten rumah tangga namanya Susi," kata Sudding, Rabu (24/8/2022).

Baca juga: Jelang Rekonstruksi, Begini Suasana Rumah Dinas Lokasi Sambo Bunuh Brigadir J

Agenda Putri ke Magelang adalah untuk melihat anaknya yang bersekolah di sana. Di Magelang, Putri tinggal di rumah kecil dua lantai, yang segala aktivitas di rumah tersebut dapat diamati.

4 Juli 2022

Selanjutnya, pada 4 Juli 2022, Putri yang sedang tertidur di sofa hendak dipindahkan Brigadir Yosua ke kamar. Namun, niat Yosua itu dibatalkan karena diketahui dan dibentak oleh Kuat Ma'ruf.

"Melihat kejadian itu, si Kuat membentak si Brigadir J untuk tidak melakukan itu dan menyentuh Ibu (PC). Lalu kemudian mengurungkan niatnya," tuturnya.

6 Juli 2022

Lalu, pada 6 Juli 2022, Ferdy Sambo menyusul rombongan Putri ke Magelang. Dia berencana merayakan hari pernikahannya dengan Putri.

7 Juli 2022

Pagi keesokan harinya, Ferdy Sambo pulang ke Jakarta. Pada hari yang sama pulalah di sore harinya, di Magelang, diduga tindakan yang melukai harkat dan mertabat keluarga itu terjadi.

"Besok paginya Ferdy Sambo pulang ke Jakarta, balik tanggal 7 pagi, lalu kemudian ada kejadian pada sore hari jam 17.30 menjelang Magrib. Ini sebenarnya pemicu," ucap Sudding.

Kejadian sore hari di kamar Putri

Sudding melanjutkan, sekira pukul 17.30 WIB di Magelang itu Brigadir J dipergoki keluar mengendap-endap dari kamar Putri oleh Kuat Ma'ruf dan ditegur. Brigadir J pun lari saat ditegur Kuat.

"Brigadir J masuk ke dalam kamar, Putri di lantai dua, dan keluar dari kamar dilihat oleh Kuat mengendap-endap, lalu kemudian ditegur, 'Kenapa masuk ke kamar Ibu?' kemudian lari," kata dia.

Sejurus kemudian, Kuat Ma'ruf dan juga Susi mendengar tangis Putri dari dalam kamar. Kuat lantas bertanya kepada Putri apa yang sebenarnya terjadi. Saat itu disebutnya, Kuat menangis dalam keadaan pakaian acak-acakan.

Karena adanya kejadian tersebut, Kuat Ma'ruf pun menyarankan Putri agar melaporkan apa yang dialaminya itu kepada Ferdy Sambo. Putri pun menelepon Sambo malam harinya, pukul 23.00 WIB.

Menurut Sudding, Putri melaporkan hal itu kepada Ferdy Sambo sambil menangis. Namun Putri tidak menjelaskan apa yang telah dia alami itu secara detail.

"Putri menelepon kepada Ferdy Sambo dan sambil menangis menyampaikan 'saya diperlakukan seperti ini oleh si Brigadir J' ditanya lebih lanjut, 'di Jakarta nanti saya jelaskan'. Artinya penjelasan lebih rincinya dijelaskan oleh Putri ke Ferdy Sambo setelah tiba di Jakarta," ucap dia.

8 Juli 2022

Pada pagi hari tanggal 8 Juli 2022, Putri dan rombongan kembali ke Jakarta menggunakan iring-iringan mobil dan tiba sore harinya di rumah Saguling.

Saat di rumah Saguling itulah diduga Sambo mengonfirmasi kejadian yang terjadi di Magelang kepada ajudannya.

"Sehingga muncul kemarahan, muncul kemarahan, emosi dan sebagainya saat itu," katanya.

Putri menceritakan Sambo apa yang dilakukan Brigadir Yosua kepadanya. Cerita itu, sambung Sudding, membuat Sambo murka hingga hilang akal sehat, hingga terjadi pembunuhan di rumah dinasnya di Duren Tiga.

"Tiba rumah Saguling dikonfirmasi apa yang dialami oleh Ibu, ternyata diceritakan semua apa yang terjadi tanggal 4, tanggal 7 itu. Marahlah si Ferdy Sambo, murka, hilang akal sehatnya sebagai bintang dua, yaitu di luar nalar kita, diajaklah mereka ke Duren Tiga. Di Turen Tiga terjadilah pembunuhan ini yang dilakukan oleh Richard dan juga oleh Sambo. Setelah merasa bahwa dia harkat dan martabat dan kehormatan dia sebagai suami dilecehkan sedemikian rupa," tuturnya.

Pada malam hari setelah Brigadir J dibunuh, Sambo melapor ke Polres Jakarta Selatan.

(Qur'anul Hidayat)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya