MENTAWAI - Pasca gempa 6,4 (6,1 pengakuratan BMKG) yang terjadi sekira pukul 10.29.14 WIB wilayah Kecamatan Siberut Barat, Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat membuat beberapa fasilitas umum mengalami kerusakan serta beberapa warga di Desa Simalegi daerah Betaet mengungsi.
Kalaksa BPBD Kabupaten Kepulauan Mentawai, Novriadi mengatakan, warga sudah mengungsi sejak pagi tadi pas gempa 5,9 tadi, kemudian disusul lagi gempa menjelang siang 6,4.
“Masyarakat mengungsi di tempat evakuasi, hasil konfirmasi dengan kepala desa dan camat lokasi pengungsian sudah dibuatkan tenda-tenda tempat masyarakat berlindung, selain itu ada dapur umum. Ada 500 orang yang mengungsi di tiga titik,” ujarnya, Senin (29/8/2022).
BACA JUGA:Mentawai Diguncang Gempa Magnitudo 6.4, Simak Rekomendasi dari Badan Geologi
Mengenai logistik, kata Novriadi, sudah ada stok logistik ada dari lumbung sosial yang dibangun oleh kementerian sosial. “Jadi tidak begitu masalah terkait dengan logistik,” ucapnya.
Sementara dampak gempa tersebut dari data yang diperoleh lapangan itu SMPN 3 Simalegi mengalami rusak ringan, Puskesmas Betaet rusak ringan, gereja Katolik rusak sedang diman bagian atapnya ambruk. “Yang parah itu di SD 11 Simalegi dimana salah satu bangunannya roboh akibat gempa,” ujarnya.
BACA JUGA:Sejumlah Kerusakan Ringan Dilaporkan Usai Gempa Guncang Mentawai
Mengenai korban jiwa kata Kalaksa, sampai siang ini belum ada laporan dari pemerintah setempat bahkan dari warga juga belum melaporkan korban jiwa baik luka-luka maupun kehilangan nyawa.
Saat ini BPBD masih melakukan monitor di Pusdalops Mentawai, apakah gempa ini sudah menurun atau masih menunggu.
“Kita masih melakukan monitor, namun kita minta warga tetap waspada, untuk yang mengungsi tunggu instruksi dulu baru turun, soalnya kita belum tahu apakah guncangan gempa menurun atau malah naik,” terangnya.
BPBD juga belum melakukan rapat soal tanggap darurat, menurut Novriadi untuk gempa kali ini masih bisa diatasi pihak kecamatan dan desa.
(Awaludin)