MOSKOW – Polisi Rusia menggerebek sebuah pertemuan yang memamerkan mobil-mobil Barat yang mahal dan mewah di Moskow, dan menahan orang-orang kaya para pemilik kendaraan tersebut.
Rekaman video menunjukkan tindakan keras polisi terhadap orang-orang kaya yang memamerkan kendaraan asing mereka di jalan-jalan Moskow, ketika sejumlah besar tentara Rusia tewas dalam perang di Ukraina.
BACA JUGA: Orang Kaya di Rusia Biasa Balapan Pakai Mobil Mewah
Seorang senator pro-Putin terkemuka menyerukan agar orang-orang yang ditahan dikirim ke Ukraina untuk mengambil bagian dalam operasi militer.
Polisi mengklaim bahwa tidak ada izin untuk pertemuan yang menampilkan lebih dari 170 mobil mewah termasuk Lamborghini, Rolls-Royce Phantom, Ferrari, Porsche, Hummer H1, Chevrolet Corvette C8, Audi RS5, dan Bentley Continental GT II.
Puluhan pemilik mobil ditahan oleh polisi bersenjata dan mobil mereka disita untuk pemeriksaan.
Diwartakan Mirror, para pengemudi bermaksud untuk memamerkan mobil mereka di pusat kota Moskow dengan stiker "Kaya dan Sukses".
Tiket untuk pertemuan tidak resmi itu dijual seharga hingga £4.200 (sekira Rp73 juta) termasuk sarapan dan afterparty, tetapi polisi membubarkannya sebelum benar-benar berlangsung.
Seorang peserta pertemuan yang ditangkap polisi adalah Oscar Liksutov, (17), putra Maksim Liksutov, kepala Departemen Transportasi Moskow. Dia tidak ditahan tetapi diantar ke rumah pejabat tinggi kota.
BACA JUGA: Jepang Larang Ekspor Mobil Mewah ke Rusia karena Invasi ke Ukraina
Penyelenggara pertemuan ini Alexei Khitrov, seorang jutawan mata uang kripton berusia 28 tahun, mengatakan: "Tujuan dari acara ini adalah untuk mengumpulkan semua pemilik mobil elit dan menciptakan suasana untuk berjejaring."
Ketika polisi datang, “awalnya saya pikir itu hanya lelucon”, kata Khitrov.
Dia bertanya siapa yang memerintahkan tindakan keras itu, dan mengapa, mengklaim pihak berwenang telah diberitahu sebelumnya.
Seorang sumber penegak hukum mengatakan kepada TASS: “Saat ini, beberapa peserta telah diidentifikasi. Mereka akan dibawa ke polisi untuk diselidiki.”
Senator Rusia Mikhail Dzhabarov menuntut "hukuman" karena memamerkan mobil Barat mereka.
“Mereka harus dipanggil untuk membantu tentara,” ujarnya.
Dzhabarov mengatakan bahwa meski mereka tidak akan berguna bertempur di garis depan, "Tetapi mereka cukup mampu membantu dalam tugas-tugas belakang atau sebagai mantri di rumah sakit militer."
Para peserta unjuk rasa itu diduga melanggar undang-undang yang sama yang digunakan untuk menumpas protes politik di Rusia.
Undang-undang tersebut membatasi “pertemuan, demonstrasi, demonstrasi, pawai, dan piket”.
(Rahman Asmardika)