Rusia Klaim Serangan Balasan Ukraina di Selatan Telah 'Gagal Total'

Rahman Asmardika, Jurnalis
Selasa 30 Agustus 2022 15:18 WIB
Bangunan yang hancur akibat serangan pasukan Rusia di Mykolaiv, Ukraina. (Foto: Reuters)
Share :

MOSKOW - “Serangan balasan” Ukraina yang banyak digembar-gemborkan di Kherson telah “gagal total,” kata Kementerian Pertahanan Rusia pada Senin (29/8/2022), mencantumkan perkiraan kerugian yang diderita oleh Kiev selama operasi tersebut.

Dalam keterangan yang dilansir RT, Kementerian mengatakan bahwa Pasukan Ukraina telah berusaha menyerang ke tiga arah atas perintah Presiden Volodymyr Zelensky tetapi tidak berhasil.

Kementerian mengklaim bahwa pasukan Rusia menyebabkan "kerugian besar" bagi para penyerang Ukraina selama pertempuran hari itu. Disebutkan bahwa 26 tank, 23 kendaraan tempur lapis baja, sembilan kendaraan lapis baja, dan dua jet serang darat SU-25 milik Ukraina hancur. Laporan itu juga menyebutkan bahwa pasukan Ukraina juga kehilangan lebih dari 560 tentaranya,

Sebelumnya, di hari yang sama, outlet Ukraina Suspilne mengutip juru bicara Komando Selatan Natalia Humeniuk yang mengatakan bahwa "tindakan ofensif ke berbagai arah" telah dimulai, "termasuk di wilayah Kherson". Dia tidak memberikan rincian, hanya mengatakan bahwa "setiap operasi militer membutuhkan keheningan."

Namun, pada Senin malam, Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina hanya menyebutkan serangan Rusia di dekat Desa Potemkino.

Sepanjang musim panas, Ukraina telah berbicara tentang serangan balasan Kherson, sambil meminta lebih banyak senjata dan amunisi kepada sekutu Baratnya. Pada pidato pada Minggu (28/8/2022) Zelensky bersumpah bahwa Ukraina akan merebut kembali Donbass, termasuk Kherson, dan Krimea.

Dalam pidato video kepada orang-orang pada hari Minggu, Zelensky bersumpah bahwa "Ukraina akan kembali" ke Donbass - serta Kharkov, Zaporozhye, Kherson dan "pasti ke Krimea."

Rusia mengirim pasukan ke Ukraina pada 24 Februari untuk melancarkan apa yang dikatakannya sebagai "operasi militer khusus" untuk menyingkirkan nasionalis Ukraina dan melindungi komunitas berbahasa Rusia. Ukraina dan sekutunya menggambarkannya sebagai perang agresi yang tidak beralasan.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya