Menko PMK Pastikan Pemerintah Bangun Rumah Ibadah Semua Agama di IKN

Binti Mufarida, Jurnalis
Rabu 07 September 2022 07:43 WIB
Menko PMK, Muhadjir Effendy (Foto: MPI)
Share :

JAKARTA - Pemerintah telah menyiapkan rencana pembangunan rumah ibadah bagi seluruh agama di Ibu Kota Negara (IKN), Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Rumah ibadah bagi semua agama di IKN akan menunjukkan keragaman dan kerukunan.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy berjanji akan berkoordinasi dengan Badan Otorita IKN untuk memastikan lokasi dari seluruh rumah ibadah dimaksud. Hal itu diungkapkan Muhadjir saat menemui beberapa pemuka masyarakat di Titik Nol Nusantara.

Lebih dari itu, Muhadjir pun menekankan pentingnya partisipasi aktif dari seluruh tokoh agama untuk menjaga kerukunan dan memberikan masukan kepada Badan Otorita IKN.

“Saya harap para tokoh agama duduk bersama dan jika perlu ada pertemuan khusus untuk memberi masukan kepada Badan Otorita IKN terkait dengan penyediaan rumah ibadah,” kata Muhadjir dalam keterangan resmi yang diterima, Rabu (7/9/2022).

Sejumlah tokoh agama menanyakan langsung kepada Menko PMK di mana letak rumah ibadah, seperti masjid, gereja, katedral, pura, vihara, dan kelenteng. Karena dalam desain perencanaan wilayah IKN, terdapat plotting untuk pembangunan rumah ibadah berbagai agama untuk menunjukkan keragaman Indonesia.

Meskipun jika dilihat di lapangan, untuk posisi lokasi rumah ibadah itu sendiri memang belum bisa digambarkan secara gamblang. Mengingat situasi di sana masih asli berbukit-bukit dengan rimbunan tanaman eucalyptus dan semak-semak. Sementara pembangunan jalan-jalan perintis masih dikebut. Beberapa bangunan utama baru dalam tahap lelang.

“Pak Menko, di mana letak dan posisi masjid besar atau masjid negara nanti di Kawasan Inti Pemerintah Pusat (KIPP) dan kawasan IKN?”, tanya Ketua Muhammadiyah Kalimantan Timur Suyatman yang hadir dalam pertemuan dan dialog antara Menko PMK dengan para tokoh agama, masyarakat, adat, serta tokoh pendidikan itu.

Demikian juga tokoh agama lainnya menyinggung hal yang serupa dan berharap agar dibentuk semacam kawasan religi dalam satu komplek yang menyandingkan rumah ibadah seluruh agama dan kepercayaan yang diakui di Indonesia.

“Kami sudah dihubungi oleh Ditjen Bimas Katolik Kementerian Agama yang menginformasikan bahwa akan dibangun rumah ibadah umat Katolik. Dan jika dapat dibangun dalam sebuah kawasan terpadu maka ini menunjukkan keharmonisan dan kerukunan umat beragama di Indonesia,” kata Uskup Agung Samarinda Mgr Yustinus Harjosusanto.

Lebih lanjut, Direktur Kepercayaan dan Masyarakat Adat Kemendikbudristekdikti Samsul Hadi menjelaskan bahwa dalam rangka pengembangan IKN, pemerintah terus melakukan identifikasi dan pencarian tempat-tempat ritual dan sakral yang mendukung masyarakat adat.

“Pemerintah melakukan pengawalan khusus pada tempat-tempat sakral yang biasa digunakan untuk ritual adat, jangan sampai tergusur. Oleh karena itu, sangat dibutuhkan informasi dari masyarakat adat,” jelasnya.

(Khafid Mardiyansyah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya