Kisah Hisashi Ouchi Korban Paparan Radiasi Terburuk di Dunia

Alfilya Tri Maulina, Jurnalis
Senin 19 September 2022 20:05 WIB
Hishashi Ouchi korban insiden nuklir di PLTN Tokaimura, Jepang. (Foto: LADBible)
Share :

Bagi Ouchi, cobaan berat yang tidak pernah ia inginkan baru saja dimulai. Setelah ledakan itu Ouchi dibawa ke Institut Nasional Ilmu Radiologi di Chiba, sebelum dibawa ke rumah sakit Universitas Tokyo tiga hari kemudian.

Paparan radiasi yang parah menghancurkan sel darah putih dan Ouchi, menyebabkannya kehilangan kesadaran dan sistem kekebalan tubuhnya. Rasa sakit yang dialami membuat Ouchi menangis darah sementara kulitnya meleleh.

Dia bertahan hidup selama 83 hari dengan bantuan alat dari rumah sakit.

Satu minggu pertama Ouchi menggunakan perawatan intensif dalam pengawasan dokter yang ketat. Dokter berusaha menambah sel darah putih Ouchi dengan bantuan pengobatan kanker revolusioner, selalu menjalani transfusi darah juga cangkok kulit.

Rasa sakit yang dialami membuat Ouchi memohon agar perawatan dihentikan.

“Aku tidak tahan lagi. Aku bukan kelinci percobaan,” kata Ouchi.

Namun, perawatannya terus dilanjutkan.

Pada hari ke-59 Ouchi mengalami serangan jantung sebanyak tiga kali dalam kurun waktu kurang dari satu jam. Pihak keluarga setuju bahwa dia harus diresusitasi jika terjadi kematian. Para dokter akan menghidupkan kembali jika terjadi serangan jantung.

Di hari ke-83, tepatnya pada 21 Desember 1999, Hishashi Ouchi tutup usia, membebaskannya dari rasa sakit. Ouchi meninggal dunia akibat mengalami kegagalan pada beberapa organnya.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya