5 Situasi Menjelang Peristiwa G30SPKI

Rafika Putri, Jurnalis
Kamis 29 September 2022 17:05 WIB
Massa PKI/Tangkapan layar media sosial
Share :

JAKARTA - Peristiwa G30SPKI atau gerakan 30 September yang dilancarkan Partai Komunis Indonesia (PKI) menjadi catatan hitam dalam sejarah bangsa Indonesia.

Peristiwa itu terjadi ketika enam Jenderal militer dan satu perwira beserta beberapa orang lainnya terbunuh dalam suatu usaha kudeta yang gagal.

(Baca juga: Kisah Tragis Brigjen Katamso dan Kolonel Sugiyono, Dikhianati Anak Buah hingga Tewas Dihantam Kunci Mortir)

Dipa Nusantara Aidit atau DN Aidit, pemimpin terakhir PKI menjadi dalang peristiwa berdarah tersebut. Di bawah kendali DN Aidit, perkembangan PKI semakin nyata walaupun diperoleh melalui sistem parlementer.

Mengutip dari berbagai sumber, Kamis (29/9/2022), berikut ini lima peristiwa menjelang G30SPKI.

1. Dominasi Ideologi Nasakom

Soekarno mencetuskan Konsep Nasionalisme, Agama, dan Komunisme (Nasakom). Diberlakukan dengan seimbang dan menjadi ciri khas sejak masa Demokrasi Terpimpin (1959-1965).

2. Pertentangan PKI dan TNI

Perseteruan antara PKI dan TNI dimulau oleh kurang setuju pihak TNI dengan diberlakukannya Nasakom karena dianggap tidak sesuai dengan Pancasila. Akibat pertentangan tersebut membuat hubungan keduanya makin tidak harmonis. Apalagi setelah muncul banyak hasutan dan konfrontasi antara rakyat dan TNI.

3. Kondisi Ekonomi Indonesia

Keadaan ekonomi Indonesia pada saat itu sedang mengalami keterpurukan. Pada tahun 1965, Indonesia mengalami kenaikan inflasi sebesar 650 persen sehingga kepemimpinan Presiden Soekarno pada saat itu diragukan. Kondisi pada saat itiu menjadi yang terburuk dalam sejarah Indonesia.

4. Keterlibatan Amerika Serikat

Amerika Serikat terlibat dalam G30S PKI yang ditemukan dalam dokumen milik FBI CIA. Walaupun menjadi negara anti-komunisme, Amerika Serikat menjadi salah satu negara yang terlibat dalam peristiwa bersejarah ini.

Menurut Hari, Dokumen tersebut secara kuat membuktikan keterlibatan CIA dalam peristriwa yang memakan banyak korban jiwa itu. Dokumen yang ada di tingkat Internasional tersebut, menurut Hari, mengarah pada konspirasi militer antara CIA dengan Angkatan Darat Indonesia.

5. Kesehatan Presiden Soekarno

Masyarakat mengalami kecemasan saat mendengar kabar bahwa presiden Soekarno terserang sakit parah. Namun, DN Aidit, mengetahui bahwa Soekarno tidak terkena sakit parah. Beberapa pihak yang mendengar hal tersebut membuat berebut untuk memperebutkan kekuasaan yang akan ditinggalkan Soekarno.

(Fahmi Firdaus )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya