5 Fakta Lubang Buaya, Jejak Kekejaman PKI yang Tersisa

Tim Litbang MPI, Jurnalis
Jum'at 30 September 2022 06:02 WIB
Sumur di Lubang Buaya (Foto: Dok Okezone)
Share :

JAKARTA - Kekejaman Partai Komunis Indonesia (PKI) telah dirasakan masyarakat Indonesia. Salah satunya adalah peristiwa Gerakan 30 September (G30S) PKI pada 1965 yang menjadi catatan hitam dan meninggalkan luka yang mendalam bagi bangsa Indonesia.

Lubang Buaya menjadi salah satu saksi bisu betapa kejamnya yang dilakukan oleh PKI dalam G30S. Berikut beberapa fakta Lubang Buaya, sebagai bukti kekejaman PKI:

1. Sejarah Lubang Buaya

Nama Lubang Buaya sendiri berasal dari sebuah legenda yang menyatakan, bahwa dahulu di wilayah ini ada kali yang dipenuhi oleh gerombolah buaya. Tidak hanya buaya yang dapat terlihat oleh mata, tapi juga ada yang tidak terlihat oleh mata, seperti siluman buaya putih.

Meski demikian, binatang buas tersebut bisa ditaklukkan oleh sosok ulama bernama Pangeran Syarif atau Datok Banjir. Setelah tidak ada buaya, daerah itu dijadikan permukiman penduduk.

Sejak saat itu, daerah tersebut dinamai dengan Lubang Buaya. Lubang Buaya yang berada di Kelurahan Lubang Buaya, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, menjadi tempat pembuangan para korban Gerakan 30 September 1965 Partai Komunis Indonesia (PKI) atau G30S PKI.

2. Pusat Pelatihan PKI

Sebelum peristiwa G30S PKI, di daerah Lubang Buaya terdapat perubahan aktivitas warga. Kawasan yang dulunya sepi, perlahan mulai ramai. Jalanan pun turut ramai akibat truk yang berkeliaran siang dan malam untuk mengantarkan pemuda.

 BACA JUGA:Jejak Komunis di Malang Sebelum Peristiwa Berdarah G30SPKI

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya