SIDOARJO - Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin menegaskan para pekerja Indonesia harus terus terus upskilling untuk meningkatkan daya saing di tengah penggunaan teknologi digital.
Hal ini diungkapkan Wapres saat menghadiri peringatan HUT Ke-67 dan Napak Tilas Konfederasi Sarikat Buruh Muslim Indonesia (K-Sarbumusi), di Graha Mahar Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat (30/9/2022).
"Kemampuan inovasi dan literasi pekerja juga harus terus ditingkatkan, utamanya terkait tren yang akan membentuk masa depan, seperti teknologi digital yang masif, kecerdasan buatan dan ekonomi hijau. Pekerja Indonesia mesti meningkatkan daya saingnya secara terus-menerus, melalui skilling, reskilling dan upskilling," kata Wapres saat memberikan sambutan.
Selain itu, Wapres mengungkapkan bahwa krisis akibat ketidakpastian global berdampak di berbagai bidang kehidupan termasuk ketenagakerjaan.
"Kira-kira dua minggu yang lalu, saya mewakili Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato kunci pada acara Pembukaan Pertemuan Menteri Tenaga Kerja G20 yang diselenggarakan di Bali," cerita Wapres.
Baca juga: Bertolak ke Jawa Timur, Wapres Akan Hadiri Konfederasi Sarikat Buruh Muslimin Indonesia
"Pada kesempatan tersebut, saya menyampaikan bahwa krisis akibat bermacam-macam sebab telah berdampak luas dalam berbagai bidang kehidupan kita, tidak terkecuali bidang ketenagakerjaan. Krisis semakin mentransformasi dunia kerja yang memang telah banyak berubah akibat digitalisasi dan automasi," tambah Wapres
Tantangan tersebut menuntut untuk memperkuat kolaborasi, baik di antara pemangku kepentingan di dalam negeri, maupun dengan negara-negara lain, untuk menciptakan dunia kerja baru yang inklusif, berkelanjutan dan memiliki resiliensi.
"Sebagaimana yang saya sampaikan pada Pertemuan Menteri Tenaga Kerja 20 tersebut, institusi ketenagakerjaan mesti menjadikan pekerja sebagai fokus dari dunia kerja baru, dengan memastikan pemenuhan hak dan perlindungan yang memadai bagi semua pekerja," ucap dia.