Namun, upayanya tak tak membuahkan hasil. Ia terus panik ketika tak menemukan temannya. Ia mencoba untuk keluar dari pintu dan kembali mengarah ke sisi tribun.
Belum sampai langkahnya surut, ia langsung lemas. Di kejauhan dilihatnya teman-temannya tergeletak. Ia mendekat dan mencoba untuk menyelamatkan, namun ia langsung menangis dan berteriak ketika tahu teman-temannya tidak bernafas menjadi korban di Stadion Kanjuruhan.
"Akeh yang korban anak-anak (banyak yang korban anak-anak, red)," jelasnya.
(Fahmi Firdaus )