Gelombang suporter yang turun kian membesar dan semakin ricuh. Saat itu pihak keamaanan menembak gas air mata ke arah suporter. Suasana yang terjadi setelah itupun semakih ricuh.
Irjen Nico Afinta mengungkap penyebab para korban meninggal dunia. Menurutnya, tragedi maut itu terjadi karena penumpukan massa.
"Terjadi penumpukan di dalam proses penumpukan itulah terjadi sesak napas kekurangan oksigen," kata Nico saat memberikan keterangan di Mapolres Malang, Minggu (2/10/2022).
Para korban kehilangan nyawa dikarenakan sesak napas akibat gas air mata yang dilempar ke kursi penonton. Kejadian tersebut sampai mengakibatkan 125 orang meninggal dunia.
(Qur'anul Hidayat)