3 Faktor Ini Dinilai Bikin Soeharto Terpaksa Mundur dari Kursi Presiden

Tim Litbang MPI, Jurnalis
Senin 03 Oktober 2022 08:01 WIB
Soeharto/Foto: Antara
Share :

JAKARTA - Presiden Soeharto resmi mengundurkan diri dari kursi presiden pada 21 Mei 1998. Diketahui, Presiden Soeharto telah berkuasa selama 32 tahun. Mundurnya Soeharto pun digantikan oleh wakilnya, yaitu BJ Habibie. Mundurnya Soeharto ini menandakan berakhirnya orde baru dan dimulainya reformasi.

(Baca juga: Kudeta Merangkak Soeharto yang Mulus usai Peristiwa Berdarah G30S)

Pada 1998, aksi demonstrasi mahasiswa makin sering dilakukan. Mereka menuntutnya adanya reformasi sistem pemerintah Indonesia yang dianggap banyak melakukan korupsi, kolusi serta nepotisme. Berikut faktor yang membuat presiden soeharto terpaksa mengundurkan diri dilansir beragam sumber.

1. Empat Mahasiswa Universitas Trisakti Tewas

Pada 12 Mei 1998, empat mahasiswa Universitas Trisakti tewas ketika melakukan aksi demonstrasi menuntut Presiden Soeharto mundur.

Insiden meninggalnya empat mahasiswa Universitas Trisakti menimbulkan kemarahan. Keesokan harinya, pada 13-15 Mei 1998 terjadi kerusuhan, pembakaran hingga penjarahan di berbagai kota Indonesia. Contohnya yang terjadi di Yogya Plaza Klender, atau kini dikenal dengan City Plaza Klender, dibakar dan diperkirakan 400 orang meninggal dunia.

2. Mahasiswa Duduki Gedung DPR

Mahasiswa serta aktivis dari berbagai daerah bergabung di Jakarta untuk tujuan yang sama yaitu mendesak Soeharto mundur. Puncak demonstrasi adalah ketika mahasiswa berhasil menduduki Gedung DPR/MPR RI di Senayan, Jakarta pada 18 Mei 1998.

3. Pidato Harmoko

Pada 18 Mei 1998 sore, ketika mahasiswa sedang melakukan aksi demonstrasi, Harmoko yang merupakan Menteri Penerangan di era Orde Baru menyampaikan pidatonya di hadapan para demonstrans. Harmoko mengharapkan Soeharto mengundurkan diri dengan bijaksana. Namun menurut Panglima ABRI Jenderal TNI Wiranto, pernyataan Harmoko merupakan pendapat serta sikap individu.

Kemudian pada 20 Mei 1998, Soeharto menerima surat hasil keputusan dari 14 Menteri Kabinet Pembangunan VII. Sebanyak 14 menteri tersebut tidak bersedia menjabat sebagai menteri pada Kabinet Reformasi. Pukul 23.00 WIB, Soeharto pun memanggil sejumlah pejabat, seperti Panglima ABRI Jenderal TNI Wiranto hingga Mensesneg Saadilah Mursjid. Soeharto kemudian mantap untuk meletakkan kekuasaannya. Hingga akhirnya Soeharto mengundurkan diri dari kursi presiden, Kamis (21/5/1998) pukul 09.00 WIB.

(Fahmi Firdaus )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya