JAKARTA - Ibnu Sina atau dikenal dengan nama Avicenna merupakan seorang ilmuwan dan filsuf muslim di Persia. Dia dianggap sebagai salah satu pemikir dan penulis paling berpengaruh pada Zaman Keemasan Islam.
Sejarah mencatat bahwa Ibnu Sina telah banyak menulis tentang filsafat etika, metafisika, kedokteran, astronomi, alkimia, psikologi geologi, teologi islam bahkan musik dan sastra. Ia menggabungkan pengetahuan ilmiahnya dengan pertanyaan filosofis, yang dirinci dalam studinya bernama "Al Qanun fil-Tibb" (The Canon of Medicine) dan "Kitab Al Shifa ”(Kitab Penyembuhan).
Baca juga: 5 Tokoh Cendekiawan Islam di Bidang Ilmu Filsafat, Ibnu Sina hingga Ibnu Arabi
Bernama lengkap Abu Ali al Husain bin Abdullah bin Sina, Ibnu Sina lahir di Afsana, dekat Bukhara (sekarang wilayah Uzbekistan) tanggal 22 Agustus 980 M. Ia dilahirkan oleh Ibunya bernama Setareh dan Ayahnya bernama Abdullah.
Baca juga: Tokoh Pendidikan Dunia Paling Menginspirasi, dari Ibnu Sina hingga Ki Hajar Dewantara
Saat itu ayah Ibnu Sina menjabat sebagai gubernur pada sebuah desa di salah satu perkebunan Nuh Ibnu Mansur. Ibnu Sina dididik langsung oleh ayahnya di rumah yang merupakan tempat berkumpul orang-orang terpelajar di daerah tersebut. Tentunya Ibnu Sina adalah anak yang luar biasa dengan daya ingat dan kemampuan belajar serta memukau para ulama yang ditemui di rumah ayahnya.
Pada usia 10 tahun ia telah menghafal Al-Qur'an dan sebagian besar puisi Arab yang telah ia baca. Ketika Ibnu Sina mencapai usia 13 tahun, dia mulai belajar kedokteran. Pada usia enam belas tahun ia mulai menguasai bidang itu dan mencoba merawat pasien.