MALANG - Nur Saguwanto bersyukur nyawanya masih bisa selamat, meski pergelangan kaki kirinya patah pasca Tragedi Stadion Kanjuruhan Malang. Remaja berusia berusia 19 tahun ini mengalami luka cukup banyak di sekujur tubuhnya, kendati sudah berada di rumah.
Warga Jalan Karsidi RT 2 RW 3 Desa Tegalsari, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang ini salah satu dari ratusan korban luka di Tragedi Kanjuruhan. Meski selamat, kondisinya cukup memprihatinkan.
Pantauan di rumahnya, kedua matanya kini bengkak, bagian wajahnya juga melepuh seperti ada sisa gas air mata. Bahkan ia mengaku masih sesak dan berat saat bernapas hingga kini.
"Saat kejadian saya ada di tribun 11. Ketika itu sudah ada yang turun ke lapangan usai pertandingan bubar. Tiba tiba ada tembakan gas air mata di tempat saya duduk. Setelah itu saya nggak ingat lagi," kata Saguwanto, Kamis (6/10/2022).
BACA JUGA:Polri Segera Umumkan Tersangka Tragedi di Stadion Kanjuruhan
Saguwanto mengaku datang melihat pertandingan Arema melawan Persebaya dengan kawannya yang selamat. Dirinya diceritakan teman dalam keadaan pingsan dan baru sadar ketika Minggu pagi (2/10/2022) di RSUD Kanjuruhan Kepanjen.
"Saya baru sadar ketika hari Minggu (2/12022) pagi. Tahu - tahu saya sudah ada di RSUD Kanjuruhan, Kepanjen. Saya sempat nelpon keluarga, tapi nggak bisa melihat hape karena pandangan mata kabur. Pusing," tuturnya.
BACA JUGA:Wajah Jenazah Korban Tragedi Berdarah Kanjuruhan Berubah Biru, Diduga Kehabisan Oksigen