Capaian Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua untuk Anak Harus Segera Dikejar

Erha Aprili Ramadhoni, Jurnalis
Jum'at 07 Oktober 2022 16:27 WIB
Vaksinasi Covid-19 dosis kedua untuk anak-anak harus segera dikejar. (Ilustrasi/iNews)
Share :

JAKARTA - Indonesia belum terbebas dari penyebaran Covid-19. Vaksinasi belum mencapai standar yang dicanangkan Badan Kesehatan Dunia (WHO) yakni minimal 70%, khususnya untuk warga lanjut usia (lansia) dan anak 6-11 tahun.

Anak-anak dapat menjadi penular virus SARS-CoV-2 kepada orang di sekitarnya, terutama kelompok rentan. Karena itu, anak pun harus mendapatkan vaksinasi Covid-19.

"Walaupun kejadian Covid-19 pada anak tidak banyak dibandingkan dewasa, namun dapat menjadi penular. Maka untuk memutus transmisi Covid-19 penting anak mendapatkan vaksinasi," kata Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (PP IDAI) Piprim Basarah saat webinar yang diselenggarakan Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional (ITAGI) yang bertajuk Pentingnya Vaksinasi COVID-19 pada Anak Indonesia pada Sabtu (1/10).

Menurutnya, anak yang terlindung dari Covid-19 juga dapat melindungi orang di sekitarnya. Termasuk yang memiliki komorbid dan kelompok rentan seperti lansia.

"Cakupan vaksinasi Covid-19 pada anak dapat melindungi kelompok sekolah sehingga tidak menjadi klaster sumber penularan," ujarnya.

"Dengan adanya subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 yang lebih mudah menular, vaksinasi anak berguna untuk melindungi gejala Covid-19 berat seperti Multisystem Inflammatory System in Children (MIS-C) dan long Covid-19," katanya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Pengelolaan Imunisasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Prima Yosephine mengatakan WHO meminta semua negara melakukan vaksinasi minimal 70% dari populasi dan khusus kelompok rentan 100%.

"Itu untuk mempertahankan imunitas masyarakat umum dan kelompok masyarakat rentan," jelasnya.

Ia mengatakan secara umum tingkat vaksinasi Indonesia dosis kedua baru mencapai 63%, pada kelompok anak sudah mencapai 80% untuk dosis pertama.

“Tetapi dosis kedua pada anak masih di bawah persentase yang diharapkan, sehingga menjadi tugas semua untuk segera mengejarnya,” ujar dia.

Sementara angka yang menggembirakan berasal dari capaian vaksinasi pada remaja. “Cakupan imunisasi remaja sudah 95.98% atau 25 jutaan orang untuk dosis pertama dan 82.72% dosis kedua atau sekitar 22 juta orang,” ungkapnya.

Anak-anak memperoleh vaksin Sinovac, sementara untuk remaja menggunakan Sinovac dan Pfizer. “Pada bulan imunisasi, pemberian imunisasi rutin dan imunisasi Covid-19 diberi jarak dua minggu dan dilakukan skrining dasar sesuai SOP,” terangnya.

Anggota Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI), Cissy Kartasasmita menjelaskan vaksinasi anak sangat penting karena tidak hanya melindungi anak, melainkan juga lingkungannya, teman, guru, dan keluarga.

“Termasuk orang tua, nenek, kakek dan balita yang belum bisa diimunisasi. Selain itu, vaksinasi anak akan melindungi kerabat yang belum dapat divaksinasi karena memiliki komorbid,” katanya.

Ia menjelaskan program pemberian vaksin pada anak berlaku untuk usia 6-11 tahun. “Vaksin yang akan digunakan aman dan berkhasiat. Vaksin aman karena telah mendapat Emergency Use Authorization (EUA), ijin emergensi BPOM dan mendapat rekomendasi ITAGI,” tegasnya.

Vaksin sudah diuji melalui uji klinik pada tiap kelompok usia, baik 18-60 tahun, di atas 60 tahun dan juga kelompok 12-17 tahun. Pada anak usia 3-17 tahun telah selesai uji klinik di Tiongkok dan negara lain. "Hasilnya aman dan efektif,” tuturnya.

Sementara Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Adib Khumaidi mengatakan semua pihak berkewajiban untuk mensukseskan vaksinasi bagi anak. Misalnya dengan terus menerus menyosialisasikan program ini lewat media sosial.

“Di tengah adanya keraguan pada vaksinasi, maka upaya untuk memperkuat harus kita sampaikan kepada masyarakat dan sejawat. Tapi dengan menghindari pencemaran nama baik, pasien dan sejawat,” tuturnya.

Para pakar dalam acara tersebut umumnya mengingatkan masyarakat dan para orangtua anak usia 6-18 tahun agar segera melengkapi anak mereka dengan vaksinasi lengkap Covid-19 dua dosis. Selain itu, juga mengimbau para guru serta orangtua agar melengkapi vaksinasi Covid-19 primer dan booster, untuk melindungi anak dan diri sendiri dari bahaya Covid-19 berat.

(Erha Aprili Ramadhoni)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya