Namun, pada akhirnya Ahok memilih partai politik sebagai kendaraan pencalonannya dengan maju menjadi Cagub berpasangan dengan Djarot Saiful Hidayat yang diusung oleh PDIP, Nasdem, Golkar, dan Hanura.
Meski tak jadi bertarung di Pilgub DKI Jakarta, karier Heru Budi Hartono tetap melesat usai ditarik Jokowi ke Istana dengan menjabat Kepala Staf Presiden (Kasetpres) hingga akhirnya diamanahkan sebagai Pj Gubernur DKI Jakarta pengganti Anies Baswedan.
Sementara itu, riwayat pendidikan Heru dimulai dari SDN 8 Jakarta Pusat dan 3 tahun menjadi siswa SD di Pakistan (1971-1977), SMP PSKD I Jakarta Pusat (1997-1981), SLTA Kerajaan Belanda (Den Haag), (1981-1984), S1 di Universitas Krisna Dwipayana Jakarta (1984-1990), S2 di Universitas Krisna Dwipayana Jakarta (1995-1998).
(Fakhrizal Fakhri )