RUSIA - Sebuah truk meledak di jembatan Krimea pada Sabtu (8/10./2022) pukul 06.00 waktu setempat. Jembatan sepanjang 19 km (12 mil) tersebut menghubungkan antara Rusia dengan Krimea.
Jembatan ini diresmikan oleh Presiden Rusia, Vladimir Putin pada 2018 lalu yang menjadi infrastruktur transportasi penting untuk mensuplai peralatan militer ke tentara Rusia yang berada di Ukraina.
Dikutip dari The New York Times, ledakan itu merupakan simbol dari kekacauan militer Rusia. Pasukan Rusia tidak dapat melindungi jembatan tersebut, terlepas dari pentingnya upaya perang, kepentingan pribadinya bagi Putin, dan simbolisme yang kuat sebagai hubungan literal antara Rusia dan Krimea.
Baca juga: Ledakan Jembatan Krimea, Penyelam Rusia Periksa Kerusakan
1. Penyebab masih belum diketahui
Rusia mengatakan bahwa truk yang meledak ini merupakan bom truk. Akan tetapi, mereka tidak mengatakan siapa yang mengatur ledakan bom itu.
Baca juga: Sempat Membantah, Ukraina Klaim Tanggung Jawab Serangan Roket di Pangkalan Militer Krimea
Bahkan, Putin menuduh Ukranina melakukan tindakan terorisme dengan mengatakan bahwa pasukan intelijen Ukraina bertujuan untuk menghancurkan bagian penting dari infrastruktur sipil Rusia.
"Tidak diragukan lagi, ini adalah tindakan yang bertujuan menghancurkan infrastruktur sipil penting Rusia," terang Putin yang dikutip dari BBC.
Namun, penasihat Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, Mykhailo Podolyak, membantah tuduhan Putin.
"Apakah Putin menuduh Ukraina melakukan terorisme? Kelihatannya terlalu sinis bahkan untuk Rusia," katanya.
2. Putin bentuk komisi investigasi
Juru bicara Pemerintah Rusia menunjukkan kepada media Rusia dan lembaga resmi bahwa Presiden Vladimir Putin memerintahkan pembentukan komisi pemerintah untuk mengklarifikasi fakta insiden tersebut.
Dari Kremlin mereka mencatat bahwa pejabat Komite Investigasi sedang menetapkan semua keadaan insiden dan orang-orang yang terlibat dalam kejahatan.
Selain itu, Putin juga telah memerintahkan Federal Security Service (FSB) Rusia untuk mengawasi penyeberangan utama ke semenanjung yang diduduki.
3. Tiga orang tewas
Dalam insiden ledakan itu, telah dinyatakan bahwa tiga orang tewas. Menurut para penjabat Rusia, dua korban tersebut berada di mobil terdekat ketika sebuah truk meledak. Sementara satu lainnya adalah pengemudi truk.
Komite Investigasi Rusia mengatakan bahwa pengemudi truk tersebut merupakan penduduk wilayah Krasnodar Krai, Rusia.
4. Dampak ledakan
Dalam video yang diambil oleh kamera pengintai di jembatan, terlihat bola api besar, tampaknya menyulut tangki bahan bakar di kereta yang lewat dan memakan beberapa kendaraan di sekitar ledakan.
Hal ini menyebabkan tujuh kapal tanker minyak yang diangkut dengan kereta api terbakar. Selain itu, meruntuhkan dua jalur mobil di jalan raksasa dan struktur rel.
Berkat ledakan itu pula, telah mengganggu jalur pasokan penting bagi pasukan Rusia yang bertempur di Ukraina Selatan dan memberikan pukulan memalukan lainnya bagi Kremlin setelah berminggu-minggu kalah dari pasukan Ukraina.
Timothy Snyder, sejarawan Yale Rusia dan Ukraina, mengunggah tweet pada hari Sabtu, bahwa ledakan jembatan melumpuhkan logistik Rusia dan membubarkan simbol utama kekuatan Putin".
5. Jembatan dibuka kembali setelah beberapa jam
Pihak berwenang Rusia membuka kembali sebagian jalan raya dari jembatan beberapa jam setelah serangan. Akan tetapi, hanya untuk lalu lintas ringan seperti kendaraan bermotor yang melewati pemeriksaan ketat.
Bagian rel kereta api di jembatan yang merupakan tempat terbakarnya kapal tanker minyak juga telah dibuka kembali.
(Susi Susanti)