JAKARTA - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengingatkan masyarakat, khususnya yang tempat tinggalnya di lereng-lereng untuk mewaspadai potensi gerakan tanah terutama saat musim hujan.
Kepala PVMBG, Hendra Gunawan mengatakan pihaknya sudah menyampaikan kepada daerah terkait peta prakiraan gerakan tanah. Dia mengharapkan potensi gerakan tanah ini bisa disosialisasikan kepada masyarakat.
“Jadi berbekal peta yang disampaikan ke pemerintah daerah kami harapkan disampaikan disosialisasikan ke bawahnya yaitu ke tingkat sampai ke Kecamatan maupun sampai ke Desa agar masyarakat terinformasikan apakah Desa atau Kecamatan nya berada di daerah merah atau hijau. Nah ini kan kita harapkan dengan adanya penyampaian peta prakiraan gerakan tanah ini menjadikan kehati-hatian kalau saat hujan,” ungkap Hendra dikutip dari Youtube resmi Badan Geologi, Senin (10/10/2022).
BACA JUGA:Cek Kondisi Warga, Prabowo Tinjau Pengungsi Bencana Tanah Bergerak di Bojong Koneng
Hendra juga mengatakan potensi gerakan tanah ini biasanya terjadi pada malam hari di saat curah hujan tinggi. “Dan ini sering terjadi pada malam hari. Saat malam hari kita enggan biasanya walaupun hujan itu kita biasanya udah melupakan,” bebernya.
Hendra menjelaskan, mekanisme bahaya dari gerakan tanah ini berbeda dengan gunung api. Dimana, gerakan tanah ini ada faktor eksternal yakni hujan yang membantu terjadinya peristiwa gerakan tanah. Selain itu, morfologi wilayah juga berperan terjadinya gerakan tanah.
BACA JUGA:Update: 7 Rumah Rusak Berat Akibat Tanah Bergerak di Bogor
“Jadi berbeda dengan bahaya atau mekanisme bahaya yang terjadi di gunung api, kalau untuk gerakan tanah ini hujan ini menjadi atau faktor eksternal ya yang ikut membantu terjadinya proses gerakan tanah. Nah ini tentunya faktor internal atau ini batuan geologi. Morfologi juga ikut berperan turut menjadikan adanya gerakan tanah,” jelas Hendra.
Hendra pun meminta kepada masyarakat yang wilayahnya berada di lereng-lereng yang berpotensi terjadi gerakan tanah untuk berkonsultasi atau menanyakan langsung ke BPBD. “Karena kita sudah melakukan koordinasi dengan BPBD maupun pemerintah daerah setempat menyampaikan hasil survei dari Badan Geologi yang ada di lapangan,” tuturnya.
“Ini mungkin ke depan tentunya kita juga Badan Geologi juga selalu menerima kalau ada pertanyaan dari masyarakat langsung fenomena yang dilaporkan oleh masyarakat setempat ke Badan Geologi,” pungkasnya.
(Awaludin)