“Jadi berbeda dengan bahaya atau mekanisme bahaya yang terjadi di gunung api, kalau untuk gerakan tanah ini hujan ini menjadi atau faktor eksternal ya yang ikut membantu terjadinya proses gerakan tanah. Nah ini tentunya faktor internal atau ini batuan geologi. Morfologi juga ikut berperan turut menjadikan adanya gerakan tanah,” jelas Hendra.
Hendra pun meminta kepada masyarakat yang wilayahnya berada di lereng-lereng yang berpotensi terjadi gerakan tanah untuk berkonsultasi atau menanyakan langsung ke BPBD. “Karena kita sudah melakukan koordinasi dengan BPBD maupun pemerintah daerah setempat menyampaikan hasil survei dari Badan Geologi yang ada di lapangan,” tuturnya.
“Ini mungkin ke depan tentunya kita juga Badan Geologi juga selalu menerima kalau ada pertanyaan dari masyarakat langsung fenomena yang dilaporkan oleh masyarakat setempat ke Badan Geologi,” pungkasnya.
(Awaludin)