Selanjutnya, Airlangga yang juga Ketua Dewan Kehormatan Golkar Institute meminta agar lulusan pendidikan Golkar Institute turut menawarkan dan memberikan solusi terhadap persoalan daya saing pekerja.
“Saya bangga Partai Golkar konsisten menjadi partai terdepan meningkatkan kapasitas politisi muda, agar memiliki kemampuan kepemimpinan, pemahaman ekonomi, kefasihan politik dan juga mengerti bagaimana public policy bisa dibangun dan disosialisasikan ke masyarakat,” ungkapnya.
“Lulusan Golkar Institute perlu mengambil peran penting untuk menawarkan solusi untuk meningkatkan kesejahteraan, keterampilan dan daya saing pekerja Indonesia yang tengah bertransformasi baik di sektor ekonomi maupun industri,” pungkas Airlangga.
Sementara itu, Ketua Dewan Pengurus Golkar Institute, Ace Hasan Syadzily menyampaikan dalam laporannya bahwa pendidikan di Golkar Institute ini diikuti 30 orang peserta dengan beragam latar belakang, akademisi, Anggota DPRD, advokat, dan aktivis sosial dari NGO. Pendidikan ini ditujukan untuk meningkatkan kapasitas kader calon pemimpin bangsa.
“(Pendidikan) ini dilakukan dalam rangka meningkatkan kapasitas pemimpin muda Indonesia. Dengan menitikberatkan pada pilar ekonomi, politik dan kepemimpinan. Kita harapkan (pendidikan ini) akan memberikan jalur bagi calon pemimpin muda Indonesia,” kata Ace.
“Dengan mengikuti Golkar Institute agar memiliki perspektif bahwa politik tidak hanya get the power, tapi juga bagaimana kita berkontribusi dalam politik dengan kemampuan teknokratis,” pungkas Ace.
(Awaludin)