Disebutkan, beberapa warga telah memindahkan makam sanak saudaranya sebelum terendam air, beberapa lainnya masih sering mengunjunginya ketika kemarau tiba dan air di waduk surut.
Kini, area sekitar waduk yang mengering pun sering dimanfaatkan warga sekitar untuk bercocok tanam. Mereka menyebut lahan garapan itu dengan "Lahan Pasang-Surut".
(Nanda Aria)