JAKARTA - Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) dan Lembaga Ketahanan Nasional Indonesia (Lemhannas) RI bekerja sama dalam rangka pelatihan Program Pemantapan Nilai-Nilai (Taplai) Kebangsaan. Kedua belah pihak menandatangani nota kesepahaman (MoU) kerja sama tersebut.
Menurut Gubernur Lemhannas RI Andi Widjajanto, kerja sama dilakukan untuk membuat satu kolaborasi, agar pemerintah bisa memiliki jejaring kerja dengan organisasi-organisasi yang ada di masyarakat. Salah satunya dengan PSMTI.
"Diharapkan dapat memanfaatkan jejaring yang dimiliki PSMTI dan kita bisa saling melihat apa yang dilakukan satu sektor dengan sektor yang lain,” kata Andi dalam keterangannya, Selasa (11/10/2022).
BACA JUGA:HUT ke-24 PSMTI, Menjadi Momen Tingkatkan Persatuan Bangsa Indonesia
Setiap tahun, Lemhannas RI mendidik dua angkatan, yakni PPRA dan PSA sebanyak 200 peserta dari TNI, Polri, ASN dan Swasta yang jumlahnya kekinian masih minim untuk menyiapkan kader Pemimpin Bangsa. Sehingga, kata Andi, dibutuhkan lebih banyak kolaborasi melalui pelatihan pemantapan nilai-nilai Kebangsaan untuk kurun waktu dua minggu.
BACA JUGA:Antusiasme Masyarakat Mengikuti Donor Darah PSMTI Jawa Barat
Dengan kerja sama yang terjalin, diharapkan bisa menghasilkan jauh lebih banyak kader melalui kolaborasi dengan berbagai unsur organisasi. Baik di bidang pendidikan, media, pesantren, enterpreneurship dan asosiasi.
"Jejaring ini dibutuhkan karena sebagai inti dari bagaimana kita menguatkan nilai-nilai kebangsaan tidak bisa sendirian,” ujarnya.
Ketua Umum PSMTI Wilianto Tanta menyatakan bangga dan berterima kasih kepada Lemhannas atas kerja sama yang terjalin. Kerja sama ini, kata dia, sangat dibutuhkan para anggotanya.
“Dan sebagai bagian dari warga Indonesia yang besar, utamanya kami dari masyarakt Tionghoa ingin juga belajar dan mengetahui bagaimana menerapkan Nilai-Nilai Kebangsaan yang sangat luhur, sesuai dengan pelatihan yang diselenggarakan oleh Lemhannas,” kata Wilianto.
(Arief Setyadi )