Pandemi Covid-19 dan Konflik Rusia-Ukraina Disebut Berdampak ke China

Rifqa Nisyardhana, Jurnalis
Jum'at 14 Oktober 2022 17:35 WIB
Foto: Xinhua
Share :

KONFLIK Rusia-Ukraina yang mengakibatkan ribuan orang meninggal dunia. Perang yang telah memasuki hari ke-234 pada Jumat (14/10) Rusia terus menyerang infrastruktur utama di Ukraina dengan serangan rudal dan drone kamikaze yang beberapa waktu lalu bahkan menyasar Kota Kyiv.

 Perang juga telah berdampak buruk pada China serta negara-negara berkembang yang berutang kepada Beijing. Karena mereka juga harus berjuang untuk memenuhi kewajiban bayar utang kepada Beijing dan kemungkinan akan menghadapi lebih banyak masalah.

Bahkan, bank-bank di negeri tirai bambu saat ini telah mengurangi pinjaman di bawah inisiatif Belt and Road (BRI), kepada negara-negara peminjam, karena kesulitan menagih atau menarik kembali uangnya beserta bunga.

Di tengah ketidakstabilan politik yang berkelanjutan, ekonomi sejumlah negara diprediksi akan otomastis runtuh dan berada di ambang kehancuran ekonomi karena berbagai hal. Salah satunya pandemi yang menghantam dunia.

Center for Indonesian Domestic and Foreign Policy Studies (Centris) meminta semua pihak agar waspada terhadap jebakan utang China.

(Baca juga: Militer China Dikerahkan di Perairan dan Udara di Sekitar Selat Taiwan)

“Pelabuhan Gwadar di Pakistan belum selesai dibangun dari utang China dan selama dua tahun terakhir, pemerintah Pakistan juga belum bisa membayar iuran untuk proyek pembangkit listrik karena bunga hutang China yang terlampau besar,” kata Peneliti senior Centris, AB Solissa, Jumat (14/10/2022).

“Nahasnya, negara-negara yang berhutang mencoba mengajukan beberapa permintaan untuk restrukturisasi utang yang sayangnya, langsung ditolak China,” tambah AB Solissa.

Di sisi lain, kebijakan China itu juga dirasakan rakyat dari negara-negara yang berutang kepada Beijing, seperti warga negara Pakistan, menjadi kekhawatiran tersendiri bagi Tiongkok atas strategi perampasan tanah dan penyediaan lapangan kerja bagi rakyatnya sendiri dengan mengorbankan penduduk lokal, sepeti yang mereka lakukan di negara-negara lainnya.

Berdasarkan studi Observer Research Foundation, kredit Cina mencapai lebih dari seperempat dari total kredit eksternal negara-negara Afrika dengan tekanan utang yang tinggi.

Total kredit China ke negara-negara di benua Afrika diperkirakan melebihi USD 140 miliar. Di antara negara-negara penerima utama kredit Cina adalah Angola, Ethiopia, Kenya, Republik Kongo, Zambia dan Kamerun

“Kebijakan jebakan utang China BRI sering dikritik dimana China menggunakan cara ini untuk menginstalasi objek vital dan pos-pos militernya di negara yang memiliki utang dengan Tiongkok,” jelas AB Solissa.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya