5 Fakta Heru Budi Hartono Resmi Pimpin DKI Jakarta, Apa yang Akan Dia Lakukan?

Tim Okezone, Jurnalis
Selasa 18 Oktober 2022 06:30 WIB
Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono (Foto: MPI)
Share :

JAKARTA - Heru Budi Hartono resmi menjadi Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta. Ia menggantikan Anies Baswedan yang purna tugas sebagai Gubernur DKI Jakarta per 16 Oktober 2022.

Berikut Fakta-Faktanya:

1. Pelantikan Heru Budi Hartono 

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian melantik Heru Budi Hartono sebagai Pj Gubernur DKI Jakarta pada Senin 17 Oktober 2022 di Kantor Kemendagri, Jakarta.

   

Pelantikan Heru sesuai Keputusan Presiden (Keppres) RI No 100/P 2022 tentang pengesahan pemberhentian Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta masa jabatan 2017-2022 dan pengangkatan pejabat Gubernur DKI Jakarta.

"Mengangkat saudara Heru Budi Hartono sebagai penjabat Gubernur DKI Jakarta. Terhitung sejak saat pelantikan untuk masa jabatan paling lama 1 tahun," bunyi Keppres tersebut, Senin 17 Oktober 2022.

2. Tetap Jadi Kasetpres 

Heru Budi Hartono ditunjuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai Pj Gubernur DKI Jakarta menggantikan Anies Baswedan yang purna tugas.

Selain menjadi Pj Gubernur DKI, Heru Budi Hartono ternyata tetap menjadi Kepala Sekretarian Presiden (Kasetpres). Namun, terkait posisinya sebagai Komisaris PT BTN Tbk, Heru Budi Hartono memilih mengundurkan diri. 

3. Pesan dari Jokowi

Heru Budi Hartono mengaku dititipkan sejumlah pesan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam mengurus DKI Jakarta. Setidaknya, secara garis besar ada 3 hal dalam pesan tersebut.

"Pertama adalah penanganan banjir, tata ruang, kemacetan lalu lintas," kata Heru di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu 12 Oktober 2022.

Soal kemacetan, kata Heru, Pemprov DKI sudah memiliki blue print yang bagus dari gubernur-gubernur sebelumnya hingga saat ini. Di antaranya MRT.

"Tentunya program itu kita lanjutkan," katanya.

Heru mengatakan, mengenai banjir, ia bakal melanjutkan program-program gubernur sebelumnya. Ia nantinya berencana membuat sistem polder rumah pompa.

"Misalnya normalisasi dan ada beberapa poin misalnya nanti tempat-tempat tertentu yang memang tidak bisa salurannya atau sungai dinormalisasi. Itu kita bisa bikin sistem polder rumah pompa atau kendaraan pompa bergerak. Tentunya nanti saya akan berkoordinasi dengan kementerian terkait seperti itu," ucap Heru.

Selain itu, ia menyampaikan, terkait sumur resapan, menurutnya harus disesuaikan. "Jadi sures (sumur resapan) itu di beberapa tempat tertentu seperti Jakarta Selatan yang memang dia cekung, kan kalau sungainya di atas dia di bawah kita harus bikin sumur resapan itu nanti kita lihat. Semua program Gubernur itu mungkin cukup baik, cuma volume dan penempatannya yang kita lihat. Dan yang memprogramkannya dinas-dinas yang sudah pengalaman," ujarnya.

4. Heru Budi Hartono Tancap Gas

Heru Budi Hartono menyebut usai dilantik dirinya sudah mulai mendapat agenda-agenda cukup padat. "Hari ini padat ada paripurna sampai jam 15, setelah itu saya meminta kepada Pak menteri PUPR untuk saya menghadap beliau meminta saran dan koordinasi dan kombinasi dan apa yang harus saya lakukan pemda harus dilakukan dan bersama-sama dengan bidang PU," ujar Heru di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin 17 Oktober 2022.

Usai rapat dan pertemuan dengan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, pada Selasa 18 Oktober, Heru akan memberikan pengarahan kepada ratusan pejabat DKI Jakarta.  "Besok (hari ini, red) ada pengarahan 600 pejabat DKI," kata Heru.

Setelah memberikan arahan, Heru akan mengunjungi beberapa wilayah, seperti Pluit dan lainnya. "Setelah itu saya ada beberapa ke wilayah, ada itu waduk pluit, ada itu sungai sintiong dan seterusnya," kata Heru.

Menurut Heru, jadwal satu Minggu ke depan sudah padat. Ia berharap doa dari masyarakat agar dapat memimpin DKI Jakarta dengan maksimal.

"Padat sampai satu minggu ke depan sudah keliling terus. Ya doakan saja mudah-mudahan bisa sehat selalu," katanya.

5. Miliki Segudang Pengalaman 

Heru Budi Hartono bukan orang baru dalam pemerintahan. Dia memiliki segudang pengalaman. Dirangkum dari berbagai sumber, dia pernah menjadi Staf Khusus Wali kota Jakarta Utara pada 1993.

Kemudian, Staf Bagian Penyusunan Program Kota Jakarta Utara pada 1995. Menjadi Kasubag Pengendalian Pelaporan Kota Jakarta Utara pada 1999.

Dipercaya menjadi Kasubag Sarana & Prasarana Kota Jakarta Utara pada 2002. Karirnya terus moncer dengan menjadi Kepala Bagian Umum Kota Jakarta Utara pada 2007.

Kepala Bagian Prasarana dan Sarana Perkotaan Kota Jakarta Utara pada 2008, Kepala Biro KDH dan KLN DKI Jakarta pada 2013. Lalu menjadi Wali Kota Jakarta Utara pada 2014.

Kepala Badan Pengelola Keuangan Aset Daerah DKI Jakarta pada 2015, menjadi Kepala Sekretariat Presiden RI pada 2017 dan menjadi Pj Gubernur DKI Jakarta hingga saat ini.

(Arief Setyadi )

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya