JAKARTA - Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) bakal melakukan sejumlah langkah-langkah agar layanan keimigrasian tetap berjalan baik dan lancar, guna mengantisipasi lonjakan orang asing saat Presidensi G20.
Sekretaris Jenderal Kemenkumham, Komjen Pol Andap Budhi Revianto mengatakan, terkait peningkatan layanan saat keluar masuk orang asing di Bandara, pihaknya akan mempersiapkan beberapa konter tambahan disamping konter reguler agar tidak terjadi penumpukan dan kepadatan.
"Terdapat tiga konter khusus presidensi G20 dan 13 konter layanan reguler. Jika terjadi penumpukan, empat konter reguler akan dialihfungsiian menjadi konter delegasi G20," ujarnya melalui keterangan tertulisnya, Rabu (19/10/2022).
Menurutnya, praktis dengan peningkatan ini, jumlah petugas layanan imigrasi juga akan ditambah dua kali lipat. Termasuk sarana prasana dan perangkat pendukung lainnya.
"Kedua, kita menyiapkan jumlah SDM petugas imigrasi. Secara organik, imigrasi di Bali berjumlah 32 orang. Persiapan KTT G20 di Bali ini, kita tambah menjadi 64 orang. Perangkat pendukungnya juga, seperti komputer dan lainnya akan ditambah menjadi 64 paket unit," tuturnya.
Di samping itu, kata dia, disediakan juga 10 mobile unit. Unit ini akan ditempatkan di sejumlah pos, termasuk pos VVIP dan terminal kedatangan. Semua itu dilakukan guna memastikan layanan keimigrasian tetap lancar, pelayanan keimigrasian akan terus dikawal hingga kepulangan delegasi beserta rombongannya nanti.
"Untuk kepulangan delegasi Kemenkumham menyiapkan 10 petugas dan 10 perangkat komputer. Kami pastikan delegasi G20 akan mendapatkan layanan keimigrasian yang baik sejak kedatangan hingga kepulangan," jelasnya.
Dia menambahkan, dalam penyelenggaraan Presidensi G20, Kemenkumham bertugas melaksanakan tugas-tugas pelayanan keimigrasian. Imigrasi sebagai penjaga pintu gerbang negara harus memberikan kontribusi positif dalam mendukung kesuksesan Presidensi G20.