JAKARTA - Leonardus Benyamin "Benny" Moerdani merupakan adalah seorang tokoh militer Indonesia.
Ketika ia menjabat komandan Satgas Intel Kopkamtib, sejak tahun 1974, Benny, demikian ia dipanggil juga masih harus memegang dua jabatan keintelan, yaitu Asisten Inteligen Hankam dan Wakil Kepala Bakin. Demikian dilansir dari laman Perpusnas.
Pria kelahiran Cepu, Jawa Tengah 2 Oktober 1932 ini merupakan perwira yang pernah bergabung dengan operasi militer penanganan pembajakan pesawat Garuda DC-9 Woyla di Don Muang Bangkok, Thailand sebelum menjadi Pangab-Kopkamtib.
Benny yang besar di Solo, Jawa Tengah, Benny anak seorang pegawai jawatan kereta api bernama RG Moerdani Sosrodirdjo. Ibunya, Rochmaria Jeane, berdarah Indo-Jerman.
Moerdani bergabung dalam Peleton I Seksi III Kompi II Detasemen II Brigade 17, Tentara Republik Indonesia Pelajar, yang populer dengan singkatan TRIP sejak berusia 13 tahun.
Pada 1950, Benny masuk di Pusat Pendidikan Perwira AD (P3AD) di Bandung. Dari 80 lulusan P3AD itu, 30 di antaranya diterima di Sekolah Pendidikan Infanteri, termasuk Benny.
Selanjutnya, dengan pangkat pembantu letnan, ia menjadi pelatih di Korps Komando AD (KKAD), embrio RPKAD yang kini bernama Kopassus. Ketika kemudian ia menjadi komandan kompi RPKAD, Benny ikut menumpas DI/TII, PRRI, dan Permesta.
Dia dikirim ke Amerika Serikat pada tahun 1960 untuk mengikuti pendidikan pasukan komando. Saat Orde Baru, Benny menjadi perwira termuda yang berpangkat letjen.
Setelah beberapa tahun bertugas di KBRI Kuala Lumpur, lalu menjadi konsul jenderal RI di Seoul, Korea Selatan, hingga dipanggil kembali ke Indonesia untuk menjalani tugas keintelan.
Namun, hanya beberapa minggu setelah tragedi berdarah Peristiwa Tanjungpriok (12 September 1984), Benny berhasil menjalin hubungan penuh pengertian dengan tokoh-tokoh masyarakat, khususnya alim ulama. Sebagai penganut Katolik yang taat, Benny juga rajin mengunjungi gereja.
Pada 1984, ia merayakan natal bersama prajurit di Jayapura, Irian Jaya dan tahun sebelumnya bersama umat Nasrani Timor Timur. Pada masa kepemimpinan Moerdani, ABRI mengadakan reorganisasi dan regenerasi. Komando Wilayah Pertahanan (Kowilhan) dibubarkan, Komando Daerah Militer (Kodam) diperkecil. Pada tahun 1986, ketiga Angkatan dan Polri mulai dipimpin perwira muda yang bukan dari Angkatan `45.
Di samping sejumlah bintang dan tanda penghargaan yang sudah dimilikinya selama ini, LB Moerdani menerima dua bintang dari Serawak dan Johor, Malaysia, Juli 1986. Yang pertama bernama "Bintang Panglima Tantra Gagah Berani" dan yang satunya lagi, "Bintang Kenyalang Sarawak".
Leonardus Benyamin "Benny" Moerdani meninggal dunia sekitar pukul 01.30 WIB Minggu 29 Agustus 2004 di RSPAD Gatot Subroto. Ia sudah dirawat di rumah sakit tersebut sejak 7 Juli 2004 karena stroke dan infeksi paru-paru. Jenazahnya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan.
(Widi Agustian)