JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy meminta Polri untuk turun tangan mengusut dugaan pidana terkait kasus Gagal Ginjal Akut Progresif Atipikal (GGAPA) pada anak-anak.
Demikian diminta Muhadjir usai Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menginformasikan adanya 133 kasus gagal ginjal akut misterius yang meninggal dunia. Di mana, sebanyak 133 kasus meninggal dunia akibat gagal ginjal akut merupakan anak-anak.
"Meminta Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo untuk segera mengusut kasus Gagal Ginjal Akut Progresif Atipikal (GGAPA) pada anak-anak," kata Muhadjir Effendy kepada MNC Portal Indonesia, Sabtu (22/10/2022).
Menurut Muhadjir, pengusutan tersebut penting dilakukan Polri untuk memastikan ada tindaknya tindak pidana di balik kasus kematian ratusan anak-anak akibat gagal ginjal akut misterius.
Baca juga: Dorong Status KLB Gagal Ginjal Akut, Epidemiolog: Ada Lonjakan Angka Kematian
Sebab, dugaan sementara pemicu gagal ginjal akut misterius pada anak-anak belakangan ini ditenggarai adanya kandungan Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG) yang melebihi ambang batas normal dalam obat batuk cair.
Baca juga: Heboh Kasus Gagal Ginjal Akut, Ternyata 80% Bahan Baku Obat Indonesia dari Impor
"Permintaan disampaikan mengingat kejadian gangguan ginjal kronis ini sudah mengancam upaya pembangunan SDM, khususnya perlindungan terhadap anak" terangnya.