Kitab ini berisikan pujian terhadap raja Kameswara. Tak hanya itu, kitab Lubdaka dan Wretansancaya juga ditulis oleh Mpu Tan Akung. Kitab Lubdaka bercerita seorang pemburu yang akhirnya masuk surga, dan Wretansancaya yang berisi petunjuk mempelajari tembang Jawa kuno. Di masa Kameswara karya sastra berkembang pesat dan mencapai puncak kejayaannya. Beberapa karya sastra antara lain Kitab Kresnayana karya Mpu Triguna dan Kitab Sumanasantaka karya Mpu Managuna.
Kertajaya menjadi raja Kediri saat beribukota di Panjalu, yang memerintah sekitar 1182 - 1222 M. Ia memakai lencana Garuda Mukha seperti Raja Airlangga. Sayang selama memerintah di Kediri, ia dinilai kurang bijaksana, sehingga tidak disukai rakyat terutama para brahmana atau tokoh agama.
Selama masa pemerintahannya inilah kerap kali terjadi pertentangan antara Kertajaya dengan para brahmana. Hal inilah yang menjadi salah satu penyebab berakhirnya era Kerajaan Kediri di Panjalu. Kertajaya dikalahkan oleh Ken Arok dari Tumapel atau Singasari, yang menandai berakhirnya masa Kerajaan Kediri.
(Erha Aprili Ramadhoni)