Presenter Serukan 'Tenggelamkan Anak-Anak Ukraina', RT Dicap Sebagai Penghasut Genosida

Rahman Asmardika, Jurnalis
Senin 24 Oktober 2022 10:10 WIB
Foto: Reuters.
Share :

KIEV – Ukraina pada Minggu, (23/10/2022) menyebut kantor berita Rusia RT sebagai penghasut genosida setelah seorang presenter mengatakan anak-anak Ukraina yang melihat Rusia sebagai penjajah di bawah Uni Soviet seharusnya ditenggelamkan. Menteri Luar Negeri Ukraina mendesak negara-negara untuk melarang RT beroperasi di wilayah mereka.

BACA JUGA: Jet Tempur Rusia Jatuh Hantam Rumah di Siberia, 2 Pilot Tewas 

Dalam siaran acaranya minggu lalu, presenter Anton Krasovsky mengatakan anak-anak yang mengkritik Rusia seharusnya "dilemparkan langsung ke sungai dengan arus yang kuat".

Krasovsky adalah komentator pro-perang di televisi Rusia yang telah diberi sanksi oleh Uni Eropa.

Dia menanggapi pernyataan penulis fiksi ilmiah Rusia Sergei Lukyanenko tentang bagaimana, ketika dia pertama kali mengunjungi Ukraina pada 1980-an, anak-anak mengatakan kepadanya bahwa mereka akan menjalani kehidupan yang lebih baik jika bukan karena Moskow menduduki negara mereka.

"Mereka seharusnya ditenggelamkan di Tysyna (sungai)," jawab Krasovsky, sebagaimana dilansir Reuters. "Tenggelamkan saja anak-anak itu, tenggelamkan mereka." Atau, katanya, mereka bisa dimasukkan ke dalam gubuk dan dibakar.

Dalam segmen wawancara singkat di media sosial, Krasovsky juga menertawakan laporan bahwa tentara Rusia telah memperkosa wanita tua Ukraina selama invasi.

Beberapa jam kemudian, Margarita Simonyan, pemimpin redaksi RT, mengatakan bahwa dia telah menskors Krasovsky, karena komentarnya yang "menjijikkan". Simonyan menambahkan bahwa tidak ada seorang pun di RT yang berbagi pandangannya.

Dalam pernyataan di laman RT Simonyan mengatakan: "Untuk anak-anak Ukraina, serta anak-anak Donbass, dan semua anak lainnya, saya berharap semua ini berakhir sesegera mungkin, dan mereka dapat hidup dan belajar dengan tenang. lagi – dalam bahasa yang mereka anggap asli.”

Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba mengecam pernyataan Krasovsky. Dalam komentar di Twitter dia mendesak negara-negara untuk melarang siaran RT.

"Pemerintah yang masih belum melarang RT harus menonton kutipan ini," kata Kuleba di Twitter, menautkan ke klip wawancara.

"Hasutan genosida agresif (kami akan mengadili orang ini karena itu), yang tidak ada hubungannya dengan kebebasan berbicara. Larang RT di seluruh dunia," tambahnya.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya