Paris Baguette Diboikot Setelah Kematian Pekerja, Warganet: Kami Tak Makan Roti Berlumur Darah

Rahman Asmardika, Jurnalis
Jum'at 28 Oktober 2022 18:59 WIB
Foto: SOPA.
Share :

SEOUL – Kematian seorang pekerja muda di sebuah pabrik Paris Baguette, yang berafiliasi dengan raksasa makanan dan minuman Korea Selatan, SPC, telah memicu kemarahan publik. Insiden itu telah memicu protes dan boikot terhadap Paris Baguette.

Pada Sabtu, (22/10/2022) seorang karyawan wanita berusia 23 tahun di pabrik di Pyeongtaek, Provinsi Gyeonggi meninggal dalam kecelakaan di mana bagian atas tubuhnya terjepit mesin pengaduk saus. Karyawan itu diketahui bekerja di pabrik tersebut untuk mendukung ibu dan adiknya, dan bercita-cita untuk mengelola toko Paris Baguette suatu hari nanti.

Dilaporkan Korea Herald, setelah jasad karyawan itu ditemukan beberapa jam kemudian, SPC tetap beroperasi seperti biasa, bahkan menjalankan dua mesin di lokasi kecelakaan sehari setelah kejadian itu. Pabrik tersebut juga dilaporkan mengalami kecelakaan lain seminggu sebelumnya di mana tangan seorang karyawan tersangkut di mesin lini produksi lain tetapi tidak dikirim ke rumah sakit karena berstatus sebagai pekerja tidak tetap.

BACA JUGA: Apa Itu Godoksa dan Bagaimana Fenomena Ini Berkembang di Korea?

Untuk mengutuk praktik perburuhan SPC, sekelompok serikat pekerja dan anggota masyarakat umum menggelar upacara peringatan di depan kantor pusat perusahaan, serta protes satu orang di depan 1.000 toko Paris Baguette pada Kamis, (27/10/2022). Paris Baguette memiliki lebih dari 3.400 cabang di Korea Selatan.

Yim Min-gyung, anggota Asosiasi Pekerja Wanita Korea, yang ikut serta dalam protes mengatakan bahwa SPC terus meremehkan keselamatan dan kesehatan pekerja. Dia mengatakan bahwa sekira 50 persen wanita pembuat roti yang hamil saat bekerja di SPC mengalami keguguran karena bekerja berlebihan dan perusahaan merugikan pekerja yang mengajukan keberatan dengan menolak cuti mereka.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya