Hal ini, kata Wiku, berkaitan dengan munculnya sub variant XBB di beberapa negara di dunia dan diprediksi akan menjadi sub variant penyebab kembalinya lonjakan kasus.
“Sub variant XBB telah meningkat jumlahnya secara signifikan di Kanada, Inggris, Amerika Serikat, Australia, dan Denmark, juga di beberapa negara Asia yaitu Singapura, Bangladesh, India, dan Jepang,” katanya.
“Di Indonesia sendiri, Kementerian Kesehatan sudah mengumumkan terdapat 4 kasus dengan sub varian XBB saat ini,” papar Wiku.
(Fakhrizal Fakhri )