Nina melanjutkan, kekerasan seksual merupakan buntut dari ketidakadilan gender yang disebabkan oleh faktor budaya patriarki dan ketimpangan relasi kuasa. Budaya patriarki adalah budaya yang menempatkan laki-laki pada posisi utama atau sentral, sementara perempuan dianggap banyak tidak mampu mengerjakan apa yang laki-laki bisa mengerjakan.
"Ketika kita berada di budaya patriarki, perempuan dipandang lebih rendah dari laki-laki, hanya diciptakan untuk melayani danmenyenangkan laki-laki,atau hanya dijadikan objek kesenangan laki-laki saja," ujarnya.
Yang kedua, penyebab kekerasan seksual adalah ketimpangan relasi kuasa. Hal ini sering terjadi di lingkungan pekerjaan di mana beberapa kasus ditemukan atasan yang berbuat semena-mena sehingga tercipta kekerasan seksual.
(Khafid Mardiyansyah)