Menurut dia, bila anaknya memiliki kesalahan, tentu bisa diambil kebijakan yang sesuai aturan, bukan menghabisi nyawanya.
"Kalau ada kekurangan anakku sebagai atasan, bapak bisa bijaksana dan memberitahu atau memberikan sanksi buat anak saya. Namun, dengan sadisnya, dengan mata terbuka, anak saya bapak habisi nyawanya, bapak rampas itu adalah harta bapak," katanya.
(Fakhrizal Fakhri )