"Penyuluh agama juga menjadi instrumen dalam menyampaikan berbagai program pemerintah dengan bahasa agama. Mereka merupakan tokoh yang disegani sekaligus dirujuk di komunitasnya," tutur Kamaruddin.
Seluruh peserta terkesan dengan metode kerja, kinerja hingga capaian SDGs Indonesia dimasa krisis dunia akibat beragam persoalan dunia, seperti pandemi Covid-19, turunnya ekonomi hingga invasi Rusia ke Ukraina, sehingga akan menjalin kerjasama dengan pemerintah Indonesia.
“145 peserta dari 50 negara dunia dapat kita sharing pengalaman, sharing pendapat dan juga sharing dalam pembangunan agama yang menjadi kontribusi Indonesia yang tengah merancang RPJMN, rencana pembangunan jangka menengah nasional,” pungkas Kamaruddin.
Sebagai informasi, International Partnership on Religion and Sustainable Development (PaRD) Annual Forum on Religion and Sustainable Development 2022, merupakan organisasi global yang terdiri dari 145 anggota dari 50 negara yang memfasilitasi kerja sama antarnegara, antarpemerintahan, riset akademis, agama, dan organisasi keagamaan masyarakat untuk mempercepat pencapaian SDGs.
(Fahmi Firdaus )