JAKARTA - Komnas HAM mengatakan pemicu utama jatuhnya ratusan korban jiwa pada tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, disebabkan karena tembakan gas air mata.
Menurut hasil temuan Komnas HAM setidaknya 45 total tembakan diarahkan ke tribun penonton di pintu 13.
"Penggunaan gas air mata secara eksesif atau secara berlebihan. Dalam Tragedi Kanjuruhan, penggunaan gas air mata terjadi secara eksesif," ujar komisioner Komnas HAM Choirul Anam di Komnas HAM, Rabu (2/11/2022).
Anam mengatakan pada temuannya, setidaknya sebanyak 11 tembakan gas air mata ditembakan ke arah penonton dalam kurun waktu 9 detik. Tak hanya itu, sebanyak 10 tembakan gas air mata juga ditembakan ke arah tribun utara pada saat itu.
"Pada video terlihat 15 tembakan, 6 lainnya terdengar berupa dentuman," tegasnya.