Menurutnya, dalam kondisi seperti itu, aparat kepolisian terlihat sudah menguasai area sekitar lokasi, namun kemudian menembakan gas air mata sebanyak 24 kali pada pukul 22.11 WIB.
"Berdasarkan temuan, total gas air mata yang ditembakkan dalam stadion ini sebanyak 45 kali. 27 tembakan terlihat dalam video dan 18 tembakan terdengar," paparnya.
Anam pun menegaskan kepada media, pemicu utama terjadinya banyak korban meninggal dikarenakan gas air mata yang secara membabi buta ditembakan oleh aparat.
"Gas air mata menjadi pemicu utamanya korban meninggal, luka-luka dan trauma," terangnya.
(Angkasa Yudhistira)