JAKARTA - Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto akan mengukuhkan nama alat utama sistem senjata (alutsista) buatan anak bangsa yakni Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) dr. Wahidin Sudirohusodo (WSH)-991. Pengukuhan berlangsung di Dermaga Pondok Dayung, Jakarta Utara, Kamis (3/11/2022).
Berdasarkan informasi yang diterima MNC Portal, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono juga akan mendampingi Menhan. BACA JUGA:Prabowo Beri Sinyal Waspada Ancaman Nuklir dari Korea Utara
Kegiatan akan diawali dengan pembacaan Surat Keputusan KRI, pembacaan riwayat hidup dr. Wahidin Sudirohusodo, dilanjutkan pernyataan pengukuhan nama KRI yang ditandai dengan penekanan tombol sirine oleh Menhan RI didampingi KSAL.
Untuk diketahui KRI dr. Wahidin Sudirohusodo adalah hasil karya anak bangsa PT PAL Indonesia di Surabaya. Proses pembuatan kapal ini diawali dengan pemotongan besi pertama yang dilaksanakan pada tanggal 9 Juli 2019, pemasangan lunas pertama pada tanggal 14 Oktober 2019, peluncuran dan pemberian nama dr. Wahidin Sudirohusodo dilaksanakan pada7 Januari 2021, yang kemudian diserahkan dan diresmikan masuk ke jajaran TNI AL pada tanggal 12 Januari 2022.
KRI dr. Wahidin Sudirohusodo merupakan Kapal Bantu Rumah sakit yang masuk dalam jajaran Satuan Kapal Bantu Komando Armada III, dan memiliki fungsi asasi dalam rangka mendukung layanan kesehatan di darat, laut dan udara, serta mendukung Operasi Militer Perang maupun Operasi Militer Selain Perang.
BACA JUGA:Jokowi ke Prabowo: Adopsi Sebanyak Mungkin Teknologi Baru Pertahanan Militer
KRI dr. Wahidin Sudirohusodo 991 memiliki panjang 124 meter dan lebar 21,8 meter dan tinggi 42,068 meter dengan kecepatan ekonomis 12 knot, kecepatan jelajah 14 knot dan kecepatan maksimal 18 knot serta dapat berlayar selama 30 hari atau 10.000 mil laut tanpa berhenti. Sebagai kapal bantu rumah sakit dilengkapi dua ruang unit gawat darurat, ruang perawatan, delapan klinik, apotik, dan lima ruang operasi. Selain itu, ruang laboratorium, CT Scan, X-ray, ruang jenazah, dan ruang poli.