PRANCIS - Pihak berwenang Prancis telah membuka penyelidikan terhadap salah satu anggota tertinggi Gereja Katolik Prancis, yang mengaku melakukan pelecehan seksual terhadap seorang gadis berusia 14 tahun ketika dia menjadi pastor paroki, lebih dari tiga dekade lalu.
Pada Selasa (8/11/2022), kantor kejaksaan Marseille mengatakan telah membuka penyelidikan awal terhadap kardinal tersebut.
Diketahui, Kardinal Prancis Jean-Pierre Ricard, 78, membuat pengakuan yang menakjubkan dalam sebuah pernyataan tertulis yang dibacakan oleh Presiden Konferensi Waligereja Prancis, Eric de Moulins-Beaufort, selama konferensi pers di Lourdes pada Senin (7/11/2022).
Baca juga: 11 Uskup Prancis Dituduh Pelecehan Seksual, Termasuk Kardinal yang Lecehkan Gadis 14 Tahun
Dikutip CNN, kardinal menulis dalam pernyataannya bahwa perilakunya “tercela” dan “menyebabkan konsekuensi serius dan abadi bagi orang ini.”
Baca juga: Ratusan Ribu Anak Dilecehkan di Gereja Prancis, Paus Fransiskus: Ini Momen Memalukan
Ricard mengatakan bahwa dia telah meminta pengampunan dari korban, yang telah dilecehkan sekitar 35 tahun lalu, dan keluarganya. Dia menambahkan bahwa dia akan pergi retret untuk berdoa.
Dalam pernyataan tertulisnya, Ricard juga berjanji akan bekerja sama dengan penyelidikan sipil dan Gereja Katolik dalam kasusnya.
Uskup Agung Moulins-Beaufort mengatakan pengakuan kardinal itu telah "mengejutkan" para uskup Katolik di Prancis. Hal ini juga telah memperbarui pengawasan terhadap pelecehan seksual di Gereja Katolik, yang telah diselimuti dengan banyak laporan yang merinci beberapa dekade pelecehan seksual, kegagalan sistemik, dan penutupan di berbagai negara.
Menurut Moulins-Beaufort, Ricard termasuk di antara 11 uskup Prancis yang dituduh melakukan kasus-kasus yang terkait dengan pelecehan seksual.
Otoritas sipil Prancis dan Dikasteri Vatikan untuk Ajaran Iman telah diberitahu tentang masalah tersebut.
Sebagai informasi, Ricard diangkat menjadi kardinal pada 2006 dan merupakan mantan kepala konferensi para uskup Prancis. Dia pensiun sebagai Uskup Agung Bordeaux pada 2019.
Dia juga anggota Dikasteri Vatikan untuk Doktrin Iman, yang mengawasi penyelidikan kasus pelecehan seksual.
Juru bicara Vatikan tidak berkomentar ketika dihubungi oleh CNN.
Sebelumnya, sebuah laporan penting pada 2021 menemukan bahwa anggota klerus Katolik di Prancis melakukan pelecehan seksual terhadap sekitar 216.000 anak di bawah umur selama tujuh dekade terakhir dan bahwa Gereja Katolik memprioritaskan perlindungan lembaga tersebut daripada para penyintas yang didesak untuk tetap diam.
Paus Fransiskus mengatakan pada September lalu bahwa dia akan mengambil tanggung jawab untuk menyingkirkan Gereja Katolik dari pelecehan seksual. Dua juga menegaskan kepada saluran mitra CNN, CNN Portugal bahwa dia bertanggung jawab dan hal itu tidak akan terjadi lagi.
(Susi Susanti)