6 Sultan di Bumi Nusantara yang Menjadi Pahlawan Nasional

Tika Vidya Utami, Jurnalis
Rabu 09 November 2022 18:45 WIB
Sultan Aji Muhammad Idris (foto: dok wikipedia)
Share :

SEBELUM Indonesia merdeka, banyak kerajaan-kerajaan yang berdiri di bumi Nusantara. Umumnya kerajaan tersebut dipimpin oleh seorang sultan atau raja. Di masa kepemimpinannya, para sultan atau raja ini melakukan upaya atau perlawanan untuk mengusir penjajah.

Atas jasa yang pernah dilakukan para sultan atau raja ini, pemerintah Indonesia pun memberikan gelar pahlawan nasional. Berikut deretan sultan yang menjadi pahlawan nasional:

1. Sultan Aji Muhammad Idris

Sultan Aji Muhammad Idris merupakan Sultan ke-14 dari Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura. Ia memerintah mulai dari 1735-1778. Diketahui, Sultan Aji Muhammad Idris adalah sultan pertama yang menggunakan nama Islam sejak agama Islam masuk di Kesultanan Kutai Kartanegara pada abad ke-17. Sultan Aji Muhammad Idris adalah cucu menantu dari Sultan Wajo La Madukelleng.

 BACA JUGA:Hari Pahlawan: Ini 10 Provinsi dengan Jumlah Pahlawan Terbanyak

Sultan Aji ikut turut bertempur melawan VOC bersama masyarakat Bugis. Tanpa takut, Sultan Aji pun membombardir VOC dengan pasukannya. Ia meninggal dunia di medan perang pada 1739. Atas jasanya, Sultan Aji diberi gelar pahlawan nasional sesuai dengan Keppres (Keputusan Presiden) Nomor 109/TK/2021.

2. Sultan Syarif Kasim II

Yang Dipertuan Besar Syarif Kasim Abdul Jalil atau Sultan Syarif Kasim II lahir di Siak Sri Indrapura, Riau, pada 1 Desember 1983. Sutan Syarif Kasim II adalah sultan ke-12 Kesultanan Siak Sri Indrapura. Ia dinobatkan menjadi sultan ketika berusia 21 tahun, menggantikan Sultan Syarif Hasim.

 BACA JUGA:Hari Pahlawan, Melihat Ponpes Bungkuk Malang Tempat Latihan Para Pejuang Kemerdekaan

Sultan Syarif Kasim II adalah seorang pendukung perjuangan kemerdekaan Indonesia. Selain itu, ia mendorong raja-raja di Sumatera Timur guna mendukung serta mengintegrasikan diri dengan Indonesia. Setelah proklamasi Indonesia, Kesultanan Siak menyatakan sebagai bagian dari wilayah Indonesia.

Kesultanan Siak juga menyumbangkan 13 juta gulden untuk pemerintah Indonesia. Dalam menentang penjajah, ia memandang kekuatan fisik perlu diimbangi dengan pembinaan mental serta pendidikan. Maka dari itu, ia mendirikan sekolah serta memberikan beasiswa kepada anak-anak yang berada di Kesultanan Siak.

Pada 23 April 1968, Sultan Syarif Kasim II meninggal dunia. Atas jasanya, ia dianugerahi gelar pahlawan nasional sesuai Keppres No. 109/TK/1998 tanggal 6 November 1998.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya