"Saudara-saudara, saya ingin mempertahankan Kota Surabaya...Surabaya tidak bisa kita lepaskan dari bahaya ini,” ujar Sungkono dalam pidato singkatnya seperti dikutip dari Surabaya 1945: Sakral Tanahku.
Pidato Sungkono tersebut disambut dengan deklarasi kebulatan tekad. Deklarasi itu berupa sumpah pejuang Surabaya yang menggunakan semboyan ‘Merdeka atau Mati’. Sumpah tersebut kemudian ditandatangani para komandan, termasuk Sungkono.
Berkat jasa-jasanya terhadap Indonesia, nama Mayjen Sungkono pun diabadikan sebagai nama Jalan di Surabaya.
(Fahmi Firdaus )