Pada 27 November 1095 M, Paus Urbanus II menyerukan perang salib dalam pidatonya di Konsili Clermont, Perancis. Ia memulai tur khotbah di Perancis selama 1095-1096 M untuk merekrut tentara salib. Pesan yang disampaikan kepada umat-umatnya dibumbui dengan kisah yang dilebih-lebihkan. Seperti bagaimana pada saat itu monumen-monumen Kristen dikotori dan kaum Kristen telah dianiaya dan disiksa dengan impunitas.
Kedutaan dan surat pernyataan perang dikirim ke seluruh bagian pimpinan tertinggi Kristen. Gereja-gereja besar seperti di Limoges, Angers, dan Tours bertindak sebagai pusat perekrutan, seperti yang dilakukan banyak gereja pedesaan dan terutama biara-biara. Di seluruh Eropa, para pejuang berkumpul sepanjang tahun 1096 M, siap bertempur ke Yerusalem.
(Rahman Asmardika)