JAKARTA - Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono menargetkan 4,8 kilometer normalisasi Ciliwung. Normalisasi difokuskan di wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Selatan.
Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Yusmada Faizal menyebut, pembebasan lahan sudah dilakukan sejak 2021 atau era kepemimpinan Anies Baswedan.
"(Pembebasan lahan untuk normalisasi Ciliwung) sudah dari tahun lalu," kata Yusmada saat dikonfirmasi, Jumat (11/11/2022).
Yusmada merinci wilayah kelurahan di Jakarta Timur dan Jakarta Selatan yang terdampak pembebasan lahan untuk normalisasi Ciliwung.
Kelurahan Rawajati, Pancoran, Jakarta Selatan sepanjang kurang lebih 1 kilometer dengan luas lahan kurang lebih 1,5 hektare. Kemudian Kelurahan Cililitan, Kramat Jati, Jakarta Timur sepanjang kurang lebih 0,5 kilometer dengan luas lahan kurang lebih 0,8 hektare.
Kelurahan Cawang, Kramat Jati, Jakarta Timur sepanjang kurang lebih 1,5 kilometer dengan luas lahan kurang lebih 2,25 hektare. Terakhir yakni Kelurahan Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur sepanjang kurang lebih 1,3 kilometer dengan luas lahan kurang lebih 1,95 hektare.
Yusmada memberikan situasi pembebasan lahan di wilayah Kelurahan Cawang yang telah berwarna hijau dengan keterangan sudah bebas.
Sebelumnya, Heru menargetkan normalisasi sungai Ciliwung sepanjang 4,8 kilometer saat era kepemimpinannya. Heru melanjutkan program normalisasi sungai sebagai upaya mengatasi banjir di Ibu Kota.
"4,8 kilometer, itu panjangnya," kata Heru kepada awak media di Balaikota, Jakarta Pusat, Selasa (8/11/2022).
Heru menganggarkan Rp700 miliar untuk pembebasan lahan normalisasi Sungai Ciliwung. Anggaran tersebut masuk ke dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2023.
"Normalisasi kali Ciliwung kurang lebih sekitar Rp700 miliar," ucap Heru.
(Erha Aprili Ramadhoni)