JAKARTA – Untuk mewujudkan perannya, Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) sudah mulai mengembangkan aplikasi kearsipan yang digunakan oleh kementerian lembaga dan daerah.
“Jadi nanti mereka ketika mengimplementasikan sudah menciptakan arsip secara digital semua dan datanya terkumpul di Jakarta, di pusat data pemerintah,” jelas Kepala ANRI, Drs. Imam Gunarto M. Hum. dalam program Special Dialogue Okezone.
Sekarang sudah ada sekitar 160–170 kementerian lembaga dan daerah yang menggunakan aplikasi ini. Jumlah dokumen yang sudah tersimpan berjumlah sekitar lima sampai enam juta dokumen.
Selain itu, ANRI juga mengembangkan situs untuk memberikan layanan kepada masyarakat, yaitu Jaringan Informasi Kearsipan Nasional (JIKN). Dalam situs itu menjadi satu portal nasional yang bisa digunakan masyarakat untuk mengakses tentang arsip-arsip.
Portal jaringan itu sudah lebih dari 380 anggota jaringan. Anggota jaringannya, yaitu kementerian lembaga dan daerah.