Sejumlah Kader Deklarasi Dukung Anies, Suara di Tubuh PPP Terbelah

Rifqa Nisyardhana, Jurnalis
Minggu 20 November 2022 16:40 WIB
PPP/ Doc: MPI
Share :

JAKARTA - Sejumlah kader PPP yang tergabung dalam Forum Ka'bah Membangun (FKM) mendeklarasikan dukungan pencalonan Anies Rasyid Baswedan sebagai presiden 2024.

Surat pernyataan dukungan tersebut ditandatangani oleh Ketua Umum FKM sekaligus politikus senior PPP Habil Marati dan Sekretaris Jenderal FKM Hasan Husaeri Lubis.

 BACA JUGA:Menhan AS Samakan China dengan Rusia, Kedepankan Kekuatan dalam Mengatasi Sengketa

Menurut pengamat politik dan pendiri Indonesia Political Power Ikhwan Arif, perbedaan pilihan capres PPP baik itu antara pengurus pusat dan pengurus daerah akan berpengaruh terhadap elektabilitas partai.

Hal ini sangat wajar terjadi ketika pengurus daerah ingin mempertahankan basis elektoral di beberapa daerah.

 BACA JUGA:Breaking News: Kasus Covid-19 Bertambah 5.172 Hari Ini

"Kader PPP deklarasi Anies sebagai capres suatu hal yang realistis karena nama Anies termasuk salah satu bakal capres populer dan memiliki elektabilitas tiga teratas dari beberapa lembaga survei," katanya, Minggu (20/11/2022).

Meskipun Plt. Ketua Umum PPP Mardiono telah menyatakan dukungannya terhadap Ganjar Pranowo sebagai capres, didukung oleh beberapa pengurus daerah yang ikut mendeklarasikan dukungannya terhadap Ganjar, Namun pada sisi lain beberapa kader ingin mempertahankan cerug suara partai di beberapa daerah dengan memilih AniEs sebagai capres, sebab para pemilih partai Ka'bah ini lebih cenderung memilih sosok atau figur yang dinilai religius.

"Menurut saya perbedaan pilihan di tubuh PPP merupakan sebuah pembelahan suara antara pilihan elit partai dan pilihan akar rumput sehingga potensi pembelahan suara dalam memperoleh tiket (Split Ticket Voting) semakin melebar," ujarnya.

Baginya, fenomena ini tidak hanya terjadi di tubuh PPP dalam perebutan tiket capres namun juga sering terjadi di beberapa partai politik besar. Dalam hal ini polanya sama yaitu pola bottom-up di mana pilihan capres dari akar rumput yang kemudian didistribusikan ke tingkat elit, atau sebaliknya menggunakan pola top down di mana pilihan capres elit yang kemudian ditetapkan melalui musyarawah partai.

Pada kondisi terkini PPP mendukung Ganjar sedangkan basis pemilihnya lebih dekat dengan kelompok yang mendukung Anis Baswedan, Ganjar Pranowo, Prabowo dan Airlangga Hartarto.

"Perbedaan pilihan ini disatu sisi dapat mempertahankan ceruk suara di beberapa daerah, di lain sisi PPP tidak hanya memperhatikan capres yang akan didukung, namun harus mempertahankan soliditas internal partai pascaterjadinya gejolak interal partai dalam pergantian Ketua Umum PPP," ucapnya.

Menurutnya PPP memang berada dalam pembelahan suara tiket capres, dengan mendukung capres di luar keputusan Plt. Ketua Umum Mardiono tentu menjadi pilihan yang realistis, apalagi PPP dinilai sebagai partai Ka'bahnya umat muslim yang orientasi pemilihnya adalah sosok atau figur yang dinilai religius seperti Anies Baswedan.

Ada beberapa alasan perbedaan pilihan yang terjadi antara kader PPP di daerah dan elit pusat terkait dukungan capres. Pertama, banyaknya pilihan capres PPP dalam mendukung kader potensial yang berasal dari luar atau dalam Koalisi (KIB) memperjelas posisi PPP tetap berada dalam KIB yang sampai hari ini belum juga mendeklarasikan nama bakal capres.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya