CIANJUR - Korban meninggal akibat gempa Cianjur kembali bertambah menjadi 268 orang. Dari jumlah tersebut, 122 korban telah teridentifkasi.
(Baca juga: Gempa Dahsyat Cianjur, Ibu Hamil 9 Bulan Tertimpa Rumah 2 Lantai saat Sholat)
“Proses evakuasi di Kampung Rawacina, pukul 15.30 tim mengevakuasi 1 korban perempuan. Masih ada 2 korban dalam pencarian,” tulis pesan Humas Basarnas yang diterima redaksi, Selasa (22/11/2022).
Sebelumnya, Dinas Komunikasi dan Informasi Pemkab Cianjur menyebut, korban meninggal akibat gempa berkekuatan magnitudo 5,6 telah mencapai 252 orang.
Sementara, jumlah rumah rusak mencapai 2.834 unit, 5 tempat ibadah, 13 fasilitas pendidikan rusak, 10 kantor gedung rusak, 5 fasilitas kesehatan, 1 kios rusak, 2 jembatan terdampak dan 2 jalan terdampak. Hingga Selasa (22/11) sore, pendataan korban dan dampak gempa masih terus dilakukan di lapangan.
Sementara itu, pantauan Okezone, sepanjang Jalan Raya Cianjur selepas Istana Cipanas terlihat banyak tenda-tenda pengungsian warga. Ada yang di pinggir jalan, halaman parkir, lapangan hingga kawasan SPBU.
Semakin ke dalam, kondisinya warga pun kian memprihatinkan. Beberapa bangunan terlihat ada yang ambruk dan puing-puing bangunan berceceran.
Babam (38), warga Kampung Cibereum, Desa Cibeureum, Kecamatan Cugenang mengaku sudah tinggal di lokasi pengungsian sejak terjadinya gempa. Kondisi rumahnya pun rusak dan rawan ambruk.
"Dari awal kejadian gempa saya di sini (tenda pengungsian). Rusak rumah saya," kata Babam Okezone di lokasi.
(Fahmi Firdaus )