Raja Malaysia Punya Kuasa untuk Memilih PM Baru, Ini Alasannya

Nadilla Syabriya, Jurnalis
Rabu 23 November 2022 17:49 WIB
Raja Malaysia dan istri (Foto: Reuters)
Share :

Al-Sultan Abdullah dikenal sebagai olahragawan yang rajin. Uniknya, ia pernah mewakili negaranya dalam pertandingan sepak bola di masa mudanya. Dia juga pernah menjabat sebagai anggota Komite Eksekutif FIFA dan sebagai presiden Federasi Hoki Asia.

Lantas, apa alasan Raja Malaysia memiliki kuas untuk memilih perdana menteri yang baru?

Pada dasarnya, Malaysia menganut demokrasi parlementer di mana partai atau koalisi yang memenangkan kursi terbanyak dalam pemilihan umum akan membentuk pemerintahan. Pemimpin partai atau koalisi itu biasanya menjadi perdana menteri.

Namun, konstitusi memberi raja kekuatan untuk menunjuk seorang perdana menteri yang dia yakini dapat memimpin mayoritas di antara anggota parlemen. Raja Malaysia jarang menggunakan kekuasaan itu, tetapi ketidakstabilan politik dalam dua tahun terakhir telah mendorong raja untuk memilih seorang perdana menteri.

Kekuasaan itu telah digunakan dua kali sejak Februari 2020, ketika perebutan kekuasaan menyebabkan runtuhnya pemerintahan PH terpilih pada 2018 dan pengunduran diri Perdana Menteri Mahathir Mohamad. Namun, tidak dapat titik temunya sehingga Sultan Al-Abdullah mengumumkan Muhyiddin Yassin sebagai pemimpin.

Di tengah ketidakstabilan yang terus berlanjut, Muhyiddin memutuskan berhenti pada Agustus 2021. Kemudian raja memilih Ismail Sabri Yaakob yang merupakan wakil presiden Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO) sebagai perdana menteri. Dalam kesempatan itu, dia meminta anggota parlemen untuk menyerahkan deklarasi undang-undang tentang orang yang dianggap mendapat dukungan mayoritas di DPR.

(Susi Susanti)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya