Sementara, sambung Jaksa Agung, untuk kasus tindak pidana khusus (tipidsus), hingga November 2022, perkara yang ditangani bidang pidsus di antaranya: penyelidikan sebanyak 1.482 perkara, penyidikan 1.515 perkara, penuntutan 1.497 perkara, upaya hukum sebanyak 609 perkara, dan eksekusi sebanyak 971 perkara.
“Perkara yang menarik perhatian, dugaan tindak pidana korupsi pada pengadaan pesawat Garuda, penyidikan tipikor proyek pembangunan pabrik (kurang jelas) Krakatau Steel, perkara Tipikor ekspor CPO, perkara dugaan Tipikor penyimpangan atau penyelewengan dana PT Waskita Beton. Kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan tugas tipidsus, kurangnya anggaran penanganan perkara, kurangnya tenaga SDM dalam mendukung kegiatan penanganan perkara,” tandasnya.
(Awaludin)